Jumat, 24 Januari 2014

Only Tears - naskah drama - fanfiction - Cho kyuhyun Super Junior




Only Tears
Author : Meilita Farah Dina (meiokris)
poster : Isnapcy95

hai hai readers ^^ kali ini saya mau membagikan naskah drama sobat tercuyunqq si meiokris yang nyelip di laptop gue.. naskah drama ini terinspirasi dari fanfiction.. dan juga katanya dari lagu infinite only tears saat gue lagi sering muter tuh kan ya di kelas eh.. dia suka lagunya,,, dan kenapa di post nih cerita..??  takut nanti kehapus ya di post aja deh.. sayangkan kalau hilang nih karya orang... semoga kalian menyukainya ya,,, ^^

lets check it out... 


Cast :
·         Cho Kyuhyun  : Kakak laki-laki Cho Hyo Jin
·         Cho Hyo Jin    : Adik perempuan Cho Kyuhyun
·         Lee Donghae   : Anak dari Lee Sooman
·         Lee Sooman    : Ayah Lee Donghae
·         Choi Mikki      : Sahabat Cho Hyo Jin
·         Polisi
Rasa sayang seorang kakak kepada adiknya tak akan pernah pudar, bagaimanapun sulitnya keadaan, bahkan saat benar-benar terpuruk.
Ketika tidak ada lagi seseorang yang bisa melindunginya, seorang kakak pasti akan berusaha melindunginya, mengusahakan segala hal yang terbaik untuknya bahkan meskipun harus mempertaruhkan nyawanya.
Menangislah saat kau ingin menangis
 Jangan memaksa untuk mencoba menahan kesedihanmu
Aku akan merangkulmu sampai kau bisa tersenyum lagi
Aku akan meminjamkan bahuku sehingga kau dapat beristirahat ketika kau sedang lelah
I pray no tears in your dreams
I know you’ll fly high in your life
-Only one-
Di sebuah apartemen yang sangat sederhana di daerah Busan, Korea Selatan, seorang gadis cantik sedang sibuk dengan pekerjaannya di ruang tamu, dia melirik ke arah kakak laki-lakinya yang terlihat sangat serius menulis sesuatu di meja belajarnya.
Hyo Jin       : Yakk~ Cho Kyuhyun oppa[1] !! Kenapa kau terlihat sangat serius seperti itu? Apa yang sedang kau kerjakan oppa?? (menghentikan pekerjaannya dan menatap kepada Kyuhyun)
Kyuhyun    : Ahh~ kenapa kau tidak mencoba memecahkan masalah kita Hyo Jin-ahh. Kenapa kau terus bermain? (menatap sinis kepada Hyo Jin)
Hyo Jin       : Aku tidak sedang bermain oppa, aku sedang menulis impian, harapan dan curhatanku.
Kyuhyun    : Maksudmu?
Hyo Jin       :  Oppa, apabila kau sedang sedih dan mempunyai harapan yang ingin kau raih, cobalah untuk menuliskannya dan menggantungnya di pohon bambu, amplop biru untuk harapan dan impian kita dan amplop kuning untuk curhatan kita..
Kyuhyun    : (berusaha untuk tidak mendengarkan)
Hyo Jin       : Aishh… Oppa aku berani bertaruh kau pasti menuliskan harapanmu agar bisa mendapatkan pacar dan berhenti memakan Jajangmyeon[2] pada perayaan Black Day [3]iya kan oppa? Hahahha (tertawa sambil menunjuk Kyuhyun)
Kyuhyun    : Yaa!! (menghempaskan buku ke atas meja) Berhenti bercanda Hyo Jin-ahh , bagaimana bisa kau setenang itu sedangkan kau dipaksa menikah dengan lelaki licik itu !!
Hyo Jin       : (tidak mendengarkan Kyuhyun) Oppa, coba lihat, aku sudah menggantung 10 amplop harapan.. Oppaa.. Apa kau tidak mau membuat harapan?
Kyuhyun    : Aisshhh..!! Yaa~ Hyo Jin-ahh.. Dengarkan aku !!
Hyo Jin       : (menatap Kyuhyun, menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Kyuhyun) Oppa…
Kyuhyun    : Apa??
Hyo Jin       : Seandainya memang sudah takdirku  untuk menikah dengan Lee Donghae. Apa kita bisa melawannya? Kita memang tidak bisa melakukan apa-apa lagi oppa..
Kyuhyun    : Yaa!! Hyo Jin-ahh.. Kita memang orang miskin tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa..
Hyo Jin       :  Bagaimana bisa oppa? Orangtua kita sudah meninggal dan meninggalkan banyak hutang. Bagaimana bisa kita membayarnya semuanya sedangkan kita hanya sanggup hidup untuk makan dan membayar apartemen sederhana ini..
Kyuhyun    : (menelan ludah dan memalingkan muka) Aku bersumpah aku tidak akan membiarkanmu jatuh ke tangan lelaki licik itu !!
Hyo Jin       : (menatap Kyuhyun dan memegang pundak Kyuhyun) Oppa, aku tahu kau tidak akan pernah rela aku menjadi istri Lee Donghae, tapi apa yang mesti kita perbuat oppa? Waktu kita sudah dekat…(menghela nafas panjang)
Kyuhyun    : (menatap Hyo Jin) Dengar Jinnie-ahh. Aku pasti akan mencari cara agar kita bisa keluar dari masalah ini..
Hyo Jin       : Oppa… Apa kau fikir bisa mendapatkan banyak uang dengan bekerja selama sebulan? Waktu kita tinggal 1 bulan lagi oppa..
Kyuhyun    : Tenanglah Hyo Jin-ahh… Aku pasti akan mendapatkannya..
Hyo Jin       : Sudahlah Oppa.. Aku sudah pasrah jika aku harus menikah dengan Lee…
Kyuhyun    : Stop !! Jangan kau sebut lagi namanya di hadapanku Jinnie-ahh.. (berdiri kemudian pergi menuju pintu)
Hyo Jin       : Oppa!! Oppa mau kemana?
Kyuhyun    : (berteriak) Aku akan mencari pekerjaan yang bisa membuat kita lepas dari jerat hutang Lee Sooman dan anaknya !!
Hyo Jin       : Yakk !! Oppa…. !!! Aisshh .. Benar-benar -_- (kembali melanjutkan pekerjaannya tiba-tiba ia mendengar bel berbunyi) Ahh… Ada tamu (menghentikan pekerjaannya dan pergi membukakan pintu) Ya…Silakan ma…suk (terkejut) Lee Donghae…….  ;o ;o
Donghae     : Hai Hyo Jin-ssi (tertawa kecil)
Hyo Jin       : (membuang muka) Mau apa kau kesini?
Donghae     : Aku hanya ingin menagih hutang (membelai rambut Hyo Jin)
Hyo Jin       : (menepis tangan Donghae) Yakk, jadi kau hanya datang untuk itu? Pergilah !! Aku tidak punya uang .. Apa kau puas??
Donghae     : Hahha… Kalau begitu kau harus ikut aku dan menjadi mempelai wanitaku (menarik tangan Hyo Jin)
Hyo Jin       : Lepaskan !! Tolongggg…..Tolonngggg!!! (berusaha melepaskan tangannya)
Donghae     : Diaaam !! (menampar Hyo Jin dan menyeretnya menuju kamar mandi) Kau harus ikut aku atau kau akan mati sekarang (menenggelamkan kepala HyoJin ke dalam bak mandi)
Hyo Jin       : Uhukk…uhukkk…hah..hah…hah.. (batuk) Jangan memaksaku Donghae-ssi !!
Donghae     : Oh yah? Sepertinya kau harus belajar untuk memanggilku oppa atau yeobo[4] (melemparkan tubuh Hyo Jin ke cermin sampai cerminnya pecah)
Hyo Jin       : Arrgghhh… (menahan perih karena tubuhnya luka)
Donghae     : Hahahah.. Apa kau merasa bahagia tinggal di apartemen kecil ini? Sungguh memalukan.. (menggelengkan kepalanya)
                   Tik..tok…tik…tok… tong,..tong..tong .. (terdengar sebuah bunyi yang menunjukkan pukul 3 sore dan rekaman dari sebuah jam dinding)  “Annyeong[5].. aku Cho Kyuhyun dan aku Cho Hyo jin, kami adalah 2 bersaudara yang sangat sulit dipisahkan.. kami akan selalu bersama dan hanya kematianlah yang akan memisahkan kami… “
                   Donghae terkejut saat mendengar suara Kyuhyun di rekaman itu , saat ia lengah Hyo Jin berlari ke arahnya dan menancapkan pecahan kaca tepat di jantung Lee Donghae.
Donghae     : AARRRGGHHHH !!! (memegang pecahan kaca dan    melepaskannya… kemudian jatuh terduduk dan meninggal dunia)
Hyo Jin       : Hah..hah..hah.. (berlari ke kamar mandi dan mencuci tangannya dari lumuran darah Donghae.. kemudian berlari untuk mengambil handphonenya dan menelepon seseorang)
***
Kyuhyun    : (berjalan di trotoar) Ahh.. Aku bahkan belum mendapat satupun pekerjaan seharian ini. (menatap gedung-gedung tinggi sambil mengelap keringatnya)
Kring..kring..kring..
Kyuhyun    : Halo??
Hyo Jin       : O..pp…aaa
Kyuhyun    : Yaa!! Hyo Jin-ahh kau kenapa?
Hyo Jin       : Cepat pulang oppa. Cepat op..paa.. akuu.. akuu.
Kyuhyun    : Hyo Jin-ahh.. Tunggu aku di sana.. Jangan kemana-mana sebelum aku datang (menutup telepon kemudian berlari menuju ke rumahnya)
***
                   Dengan tergesa-gesa Kyuhyun berlari menuju ke apartemen (mengetuk pintu apartemen dengan tergesa-gesa sambil berteriak)
Kyuhyun    : Hyo Jin-ahh.. Hyo Jin.. buka pintunya..
Hyo Jin       : (membukakan pintu dan mundur beberapa langkah) Oppaa….
Kyuhyun    : Hyo Jin… Kau kenapa? (berusaha mendekati HyoJin namun Hyojin terus menghindar)
Hyo Jin       : Opp…aaa Lee.. Donghae…
            Kyuhyun menerobos masuk dan mendapati Lee Donghae yang terkapar dan berlumuran darah ..
Hyo Jin       : Opp..aa.. maaf.. Oppa.. aku…a..kku membunuhnya…
Kyuhyun    : Apa yang ada dipikiranmu Jinnie-ahh? (mencengkram bahu HyoJin)
Hyo Jin       : Dia memaksaku untuk ikut dengannya oppa.. Aku menolak dan dia menamparku oppa.. Dia menyiksaku oppa.... aku…akuu…
Kyuhyun    : ARRGGGHHHHH !! (menampar dinding)
Hyo Jin       : Oppa…Akuu..aku..mintaa…
Kyuhyun    : Yaa~ Hyo Jin-ahh..!! (setengah berteriak) Berhenti berbicara dan bersihkan tubuhmu dari darah..  Kau harus pergi meninggalkan kota ini.. Cepat !!
Hyo Jin       : Tapi..tapi…Oppa..
Kyuhyun    : Sudahlah.. Dengarkan aku !!
(HyoJin membersihkan pakaiannya dan langsung berlari keluar)
Kyuhyun    : (mengacak rambutnya) ARRRGGHHHH !! Maafkan aku Hyo Jin-ahh~ (melumuri tubuhnya dengan darah Lee Donghae)
                   Kring..kring..kring.. Kyuhyun berlari keluar dan mengintip, ternyata anak buahnya Lee Donghae datang mencari Donghae, saat mereka menerobos masuk dan mendapati Lee Donghae yang sudah terbunuh, mereka langsung menengok ke jendela yang sedang terbuka dan mendapati Kyuhyun yang sedang melarikan diri.
Kyuhyun    : Haahh..hah…hah..(mengambil nafas) hah..hah…hah.. (berlari menuju telepon umum dan  berusaha menelepon Cho Hyo Jin)
Hyo Jin       : Ha…Haloo??
Kyuhyun    : Jinnie-ahh…..
Hyo Jin       : (mulai menangis) Op..paa.. Opp..aa?? Kyuhyun oppa…?? (mendengar suara ribut-ribut dari seberang telepon)
Tuut…tutt..tutt....
Hyo Jin       :  Opp...paaa?? Opp…pa…?? Kyuhyun oppaa?? Oppa!!! (telepon terputus)
                   Kyuhyun berhasil terkejar oleh anak buah Lee Sooman, dia ditangkap di bawa ke kantor polisi..
***
Kita ditakdirkan untuk selalu bersama baik suka maupun duka
Kau dimana? Bukankah kau mendengar suaraku?
Hatiku sudah lelah mencarimu , meneriakkan namamu sampai aku merasa puas..
Pikirku, tangisku dan semuanya tentangmu..
Tetes demi tetes, mereka jatuh ke dadaku..
Kita ditakdirkan satu sama lain..
Tawamu adalah senyumku.. Sedihmu adalah tangisku..
Kau di mana?
Tidakkah kau lihat tubuhku yang sudah lelah mencarimu ini??
Datanglah kembali padaku.. Aku memanggil namamu setiap malam
Dan aku lelah menunggu, berkeliaran mencarimu
-memories-

                   Semenjak telepon Kyuhyun yang terputus itu, Hyo Jin dibayang-bayangi perasaan takut dan bingung, dia berusaha mencari Kyuhyun kemana-mana namun tidak menemukannya, dia merasa enggan untuk datang ke kantor polisi karena dia adalah buronan polisi.
                   Seminggu kemudian saat Hyo Jin bangun pagi, dia dikejutkan oleh kedatangan polisi yang datang untuk menangkap Hyo Jin..
Di penjara.. (Kyuhyun melihat Hyo Jin dan langsung berteriak dan memeluknya)
Kyuhyun    : Jinnie-ahh… Kenapa kau ke sini? (memeluk Hyo Jin)
Hyo Jin       : Oppa…. Kau disini ternyata.. aku aku ,… (meneteskan airmata)
Polisi          : (menghampiri mereka berdua dan menghormat kepada Kyuhyun) Saudara Cho Kyuhyun.. Anda telah dibebaskan dari penjara. Anda  dinyatakan tidak bersalah karena saudari Cho Hyo Jin dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan saudara Lee Donghae, kami sudah menemukan beberapa bukti kuat yang membuktikan bahwa saudari Hyo Jinlah yang telah membunuh Lee Donghae.
Kyuhyun    : Apaa?? Hyo Jin akan di penjara? Tidakk!! Adikku tidak pantas untuk masuk penjara!! Aku yang telah membunuh Lee Donghae!!
Hyo Jin       : Sudahlah oppa….
Polisi          : Maaf saudara Cho Kyuhyun.. (menggiring Kyuhyun keluar)
Kyuhyun    : Hyo Jin-ahh~
Hyo Jin       : Oppaaa…. Jaga diri baik-baik (berjalan meninggalkan Kyuhyun dan berusaha untuk mengabaikannya)
Kyuhyun    : Hyo Jin-ahh~ Hyo Jin!!!!! Aku berjanji aku akan membebaskanmu..!!
***




A bitter day,
Aku merasa semua orang yang berjalan di depanku menganggap hidupku sangat
menyedihkan
Aku tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar
Aku menangis
Dia pasti kesepian
Aku akan selalu berdoa untukmu
-A bitter day-

                   Kyuhyun termenung meratapi nasib adiknya yang sedang di penjara, hampir setiap hari dia mengunjungi adiknya dan kembali ke rumah dengan mata sembab..
Kyuhyun    : Semua ini tidak adil.. Tidak tidak.. Semua ini tidak adil !!! AAAARRGGGHHH  !! (mengacak rambut) Hyo Jin bukanlah pembunuh !! Dia tidak akan melakukannya jika Donghae tidak menyiksanya .. Itu murni hanya perlawanan diri belaka… AAAAAARRRGGHHH !! (kemudian terduduk dan menangis) HyoJin-ahh~ aku… Aku memang bukanlah oppa yang baik, bagaimana bisa aku membiarkanmu di penjara sedangkan aku bisa berkeliaran di mana-mana…??? (mengacak rambut, kemudian berlari dan pergi keluar)
***

Di penjara …
Kyuhyun    : Pak polisi… Bisakah saya berbicara sebentar dengan Cho Hyo Jin???
Polisi          : Tunggu sebentar pak.. Tapi anda hanya diperbolehkan bertatap muka dengannya selama 30 menit..
Kyuhyun    : Ahh… Terimakasih pak..
Hyo Jin       : Opp…aaa
Kyuhyun    : Hyo Jin-ahh.. Bagaimana keadaanmu hari ini? (meneteskan airmata)
Hyo Jin       : Oppa.. Aku baik-baik saja kok.. Oppa kenapa? Oppa menangis?
Kyuhyun    : Ahh.. Tidak apa-apa Jinnie-ahh.. Oppa hanya merindukanmu
Hyo Jin       : Yakk… Oppa.. Aku juga merindukanmu ;)
Kyuhyun    : Hyo Jin-ahh… Aku janji aku akan mengeluarkanmu secepat mungkin..
Hyo Jin       : Ahh~ jangan memikirkanku oppa, pikirkan saja tentang hutang-hutang kita dan uang sewa apartemen oppa.. Waktu kita hanya tinggal seminggu kan?
Kyuhyun    : Ahh~ jangan pikirkan masalah itu Hyo Jin-ahh..(terdiam beberapa saat kemudian berusaha mengalihkan pembicaraan) Hyo Jin-ahh~ kau tahu? Aku juga membuat impian, harapan dan curhatanku dan menggantungnya di pohon bambumu, kau tahu, aku sudah membuat 30 curhatan dan 1 harapan…
Hyo Jin       : Oppa.. benarkah? Waw banyak sekali oppa, aku bahkan tidak bisa menuliskannya di sini, di sini tidak ada amplop dan pohon bambu.. oppa..  Apa harapanmu oppa? Kenapa Cuma ada 1 harapan?
Kyuhyun    : Aku … Aku hanya berharap kau bisa bebas dan kita bisa bersama lagi ;(
Hyo Jin       : Emmhh.. Ahh iya oppa, aku juga berharap begitu. Oppa aku boleh mengatakan sesuatu?
Kyuhyun    : Boleh.. apa Hyo Jin-ahh??
Hyo Jin       : Engg.. Tentang om Sooman..
Kyuhyun    : Chh!! Jangan sebut namanya di hadapanku lagi Hyo Jin-ahh!! Kenapa kau mau membahas ini Hyo Jin-ahh?
Hyo Jin       : Oppa.. Dengarkan aku dulu oppa, tadi pagi dia datang ke sini dan menyampaikan sesuatu, dia menyuruhmu untuk datang ke rumahnya siang ini….
Kyuhyun    : Untuk apa? Dia ingin aku menjadi anak buahnya? Cih (meludah)
Hyo Jin       : Oppa dengarkan aku dulu (memegang tangan Kyuhyun) jangan berfikiran seperti itu dulu oppa. Coba saja datang kesana, mungkin ada suatu hal penting yang ingin dia bicarakan..
Kyuhyun    : Cih.. kenapa dia tidak datang langsung saja ke apartemenku?
Hyo Jin       : Dia sudah mendatangimu berapa kali oppa namun kau selalu tak ada di rumah…
Kyuhyun    : (terdiam beberapa saat dan menghela napas panjang) Hmmm..
Polisi          : (datang, memberikan hormat kepada Kyuhyun dan membawa HyoJin pergi) Maaf, waktu anda sudah habis…
Hyo Jin       : (berdiri) Oppa tolonglah oppa… Turutilah permintaan dia kali ini saja…
Kyuhyun    : (terdiam) Hmm… Baiklah.. (berdiri, membungkuk 90o dan pergi keluar )
***
                      Kyuhyun tiba di rumah Lee Sooman, rumahnya besar sekali dikelilingi taman-taman bunga mawar dan beberapa tanaman yang sengaja dipangkas menyerupai binatang. Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung masuk ke dalam. Di depan pintu rumah dia dihadang oleh para penjaganya Sooman, kemudian dia diborgol dan di bawa kehadapan Lee Sooman..
Kyuhyun  : (memberontak) Apa yang kau lakukan Lee Sooman? Huh? Kau ingin menangkapku hidup-hidup?
Sooman    : Santai…santai Kyuhyun-ahh (tersenyum kecut)
Kyuhyun  : Cuih (meludah ke lantai)
Sooman    : Yaa!! Sopanlah sedikit anak muda.. Aku akan menawarkan beberapa hal yang cukup menarik untukmu… (memerintahkan penjaga untuk melepaskan Kyuhyun)
Kyuhyun  : (memegang tangannya) Huuh… Langsung saja pak tua ..
Sooman    : Bacalah… (menyodorkan dokumen)
(Kyuhyun mengambil dokumen dan membacanya)
Sooman    : Intinya disana kau cuma harus memilih salah satu.. Pilihan pertama, jika kau ingin bebas dari jerat hutang dan ingin Cho Hyo Jin bebas dari penjara kau harus pergi ke Tokyo dan mengembangkan salah satu perusahaanku di sana sampai menembus pemasaran Internasional. Kau hanya harus mengirimkan laporan keuangan tiap bulan kepadaku.. Jika waktu yang ditentukan sudah habis, maka kau boleh pulang ke sini dan bertemu dengan adikmu..
Kyuhyun  : (menghempaskan dokumen) Jangan coba-coba mempermainkanku Tuan Sooman.. (berdiri)
Sooman    : Kalau kau tidak mau tidak apa-apa…. Apa kau ingin membiarkan Hyo Jin sendirian di penjara gelap dan dingin itu? Fikirkanlah baik-baik Kyuhyun, jangan sampai pada nantinya kau akan menyesal.
Kyuhyun  : (mengambil naskah itu kembali dan membacanya berulang-ulang) Hmm.. Jika aku menerimanya, bagaimana keadaan adikku? Kau akan menelantarkannya di sini kan?
Sooman    : (tertawa) Hahahha tenanglah.. Duduk dulu.. Tidak akan, aku akan menjaga adikmu dengan baik..
Kyuhyun  : (duduk kembali) Bagaimana kalau aku pergi kesana bersama dengan Hyo Jin?
Sooman    : Ahh.. Tidak bisa Kyuhyun-ahh~ Hyo Jin akan menjadi jaminanmu disini.. (tersenyum licik)
Kyuhyun  : Dasar lelaki licik !! (menggertakkan gigi dan mengepalkan tangan)
Sooman    : Ohh ayolah anak muda, kau hanya akan terpisah beberapa tahun saja dengan adikmu dan mengelola perusahaanku dengan baik, maka adikmu juga akan baik-baik saja di sini… Bagaimana? Kau mau menerimanya? (menyodorkan pena)
(Kyuhyun mengambil pena dan menandatanganinya)
Sooman    : Hahahha.. Besok kau sudah berangkat Kyuhyun-ahh.. Aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya..
Kyuhyun  : Terserah kau sajalah Tuan Sooman.. (berdiri dan kemudian pergi)
***







Aku bersumpah aku tidak akan bahkan untuk satu detikpun membuatmu sakit
Aku akan melindungimu
Meski aku tidak punya apa-apa,
Tangan-tangan yang memelukku itu
Mengatakan selamat tinggal untukku
-tell me goodbye-

Hari ini, Kyuhyun mengucapkan perpisahan kepada adiknya, Cho Hyo Jin. Dia bergegas menemui adiknya ke penjara sebelum dia pergi ke bandara, dia sadar adiknya tidak mungkin mengantarkannya ke bandara. Meskipun baginya perpisahan ini akan sangat menyakitkan, tapi dia harus berjuang, untuk membahagiakan adiknya, satu-satunya orang yang masih tersisa di hidupnya. Satu-satunya orang yang bisa membuatnya tersenyum dan menangis karenanya, orang yang membuatnya bisa bertahan menghadapi segala macam cobaan hidup. Gadis paling tegar yang pernah dia temui seumur hidupnya.
Hyo Jin       : Kyuhyun oppa… (memeluk Kyuhyun)
Kyuhyun    : Yaa Hyo Jin-ahh (membalas pelukan Kyuhyun dan mencium rambutnya Hyo Jin)
Hyo Jin       : Oppa jangan lupakan aku disana ..
Kyuhyun    : Tidak akan Hyo Jin-ahh.. Saat aku pulang nanti, kau adalah orang pertama yang sangat ingin aku temui..
Hyo Jin       : Ahh oppa.. cepat pulang.. (mulai menangis)
Kyuhyun    : Iyaa Hyo Jin-ahh..  Aku pergi dulu … (melepaskan pelukan dan mencium dahi Hyo Jin kemudian tersenyum) Uljimaa[6]… Jangan menangis.. (mengusap airmata Hyo Jin, menepuk-nepuk bahunya) Kau adalah gadis yang kuat, jangan sedih…. Jaga diri baik-baik..
Hyo Jin       : Iya Oppa … J Oppa juga di sana baik-baik yah…
Kyuhyun    : Iyaaa (mengusap kepala Hyo Jin dan pergi)
Hyo Jin       : Oppaaaa !!!! (berteriak sambil melambaikan tangan)
(Kyuhyun berbalik dan membalas lambaian tangan Hyo Jin sambil tersenyum)
Hyo Jin       : Jangan lupa membuat harapan, impian dan curhatanmu di amplop dan menggantungnya di pohon bambu oppaa ….
Kyuhyun    : emmmhh (mengangguk)
Kau tahu ketika kau kehilangan senyummu,aku akan menyalahkan diriku sendiri
suaramu, sedih dan perlahan memudar jauh, jauh ..
terhapus sepenuhnya oleh angin, tetaplah disini, tinggallah ...
semua hal ini, aku masih tidak bisa menerimanya..
 air mata itu, jangan menangis untukku
***




Aku membutuhkanmu lebih dan lebih
Aku akan
terus menunggumu
percayalah
..
aku
bahkan rela menunggu seumur hidupku
Ini hanya bagian dari perasaan
ku
Ini begitu buruk dan aku bisa mati perlahan
Aku akan terus menunggumu
Bahkan hingga seumur hidupku
-waiting for you-

Tak terasa, sudah hampir lima tahun lamanya Cho Hyo Jin menunggu kedatangan kakak tercintanya,Cho Kyuhyun. Namun Cho Kyuhyun masih sibuk mengembangkan perusahaan Lee Sooman..
Cho Hyo Jin benar-benar tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, semenjak dia dibebaskan dari penjara oleh Lee Sooman dia banyak mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan dari Lee Sooman tentang berbisnis, dia mempunyai banyak kenalan, mempunyai sahabat yang selalu ada untuknya, Choi Mikki, dan bahkan dia sudah dianggap seperti anak Lee Sooman sendiri.
Namun sebenarnya dia tidak bahagia, dia merindukan Cho Kyuhyun, semenjak Kyuhyun pergi, mereka tidak pernah berhubungan lagi, Cho Hyo Jin dilarang untuk menghubungi Kyuhyun karena itu akan mengganggu konsentrasi Kyuhyun saat bekerja.
Cho Hyo Jin berusaha untuk patuh dan tunduk kepada Lee Sooman karena takut keselamatan kakaknya terancam. Dia hanya bisa menuliskan semuanya dan menggantungnya di pohon bambu.
Tepat menginjak tahun kelima Kyuhyun pergi, Lee Sooman meninggal dunia karena serangan jantung secara tiba-tiba saat bekerja, Cho Hyo Jin merasa sangat kehilangan orang yang sudah merawatnya selama lima tahun itu. Lee Sooman juga sangat menyayangi Hyo Jin, dia bahkan mewariskan semua warisannya untuk Hyo Jin dan Kyuhyun karena anaknya Lee Donghae sudah meninggal dunia, meskipun sampai saat ini Kyuhyun tidak tahu akan hal itu.
Saat Hyo Jin sedang bersih-bersih di ruangan kerja Lee Sooman yang tak pernah dimasuki orang lain selain dia, Hyo Jin terkejut saat menemukan sesuatu di laci meja kerja Lee Sooman….
(Hyo Jin berjalan keluar sambil membawa secarik kertas)
Mikki          : (melihat Hyo Jin dan menghampirinya) Yakk !! Jinnie-ahh sedang apa kau?
Hyo Jin       : (menyembunyikan kertas ke dalam saku celananya) Ahh~ tidak apa-apa Mikki-ahh~ aku hanya baru keluar dari bersih-bersih di ruang kerja Sooman appa[7] ..
Mikki          : Ohh.. (mengangguk-angguk)
(Hyo Jin tersenyum kecil dan pergi ke kamarnya untuk mengambil kertas dan pena)
Mikki          : (mengikuti Hyo Jin) yaakk Jinnie-ahh. Apa yang sedang kau lakukan?
Hyo Jin       : Aku sedang menulis sesuatu untuk Cho Kyuhyun oppa
Mikki          : Aisshh… kau selalu menulis surat untuk Kyuhyun dan menggantungnya di pohon bambu kerdil itu. Kapan kau akan menuliskan sesuatu untukku? Lihatlah. Sudah berapa ratus surat yang kau tulis untuk dia..
Hyo Jin       : (tertawa kecil) haha.. yakk Mikki-ahh , untuk apa? Aku selalu bertemu denganmu setiap hari dan jika ada perlu, aku pasti akan langsung mengutarakannya kepadamu (memasukkan hasil tulisannya ke dalam amplop biru dan meletakkannya ke puncak pohon bambu)
Mikki          : Aishh benar-benar kau ini Jinnie-ahh~ (memukul kepala Hyo Jin)
Hyo Jin       : Yakk! Sakit! (mengusap-usap kepalanya dan mengeluarkan secarik kertas dari kantong celananya dan memasukkannya ke dalam amplop kuning dan meletakkannya ke puncak pohon bambu)
Mikki          : Heii~ apa itu??
Hyo Jin       : Ahh.. tidak apa-apa.. Nanti kau akan tahu sendiri Mikki-ahh.. (tersenyum beberapa saat dan kemudian menepuk dahinya sendiri) AHHH !! Aku lupa!! (mengobrak-abrik laci mejanya dan kemudian membawa sebuah foto di tangannya)
Mikki          : Foto siapa itu Jinnie-ahh??
Hyo Jin       : Fotoku laaa~ (bergegas memasukkan fotonya ke dalam amplop biru di puncak pohon bambu)
Mikki          : Yakk! Sejak kapan kau bisa berfoto? Aku bahkan tidak pernah melihatmu berfoto sejak lima tahun yang lalu :o
Hyo Jin       : Ahh.. Aku memang tidak suka berfoto Mikki-ahh.. Begitupun juga dengan Kyuhyun oppa.. Tapi apa kau masih ingat Mikki?? Sewaktu kakakmu Choi Siwon pergi ke Tokyo dan bertemu dengan Kyuhyun oppa, dia menitipkan fotonya kepada kakakmu kan dan memintanya untuk mengirimkannya kepadaku.. Tidak adil rasanya jika aku tidak membalasnya.. (menatap Mikki)
Mikki          : Yakk~ aku masih ingat bahkan kau dan kakakku sangat merahasiakan fotonya dan tidak mengizinkanku untuk melihatnya (cemberut), lagipula bagaimana kau bisa membalasnya kalau kau hanya menggantungnya di pohon bambu itu? (menggarukkan kepala)
Hyo Jin       : ahh, biarkan saja, aku yakin suatu saat nanti dia akan membaca seluruh curhatanku ini .. (mengambil sesuatu dari dalam laci meja) ini fotonya Kyuhyun oppa. Maaf aku sudah menyembunyikannya darimu.. aku hanya tidak ingin Lee Sooman appa mengetahuinya (menyodorkan sebuah foto)
Coba lihatlah Mikki-ahh.. Kyuhyun oppa sangat tampan bukan? Yaah~ aku sudah lama tidak melihatnya, dia menjadi gendut seperti itu, lihat pipinya… dan ohh.. dia tidak merawat mukanya dengan benar, Kyuhyun oppa terlihat pucat di situ.. aiisshh..
Mikki          : Ahh~ Dia sangat berbeda denganmu Jinnie-ahh
Hyo Jin       : Yakk~ kau juga sangat berbeda dengan kakakmu Mikki-ahh (menggembungkan pipi)
Mikki          : (hahahaha) Hyo Jin-ahh~ kau akan pergi ke Tokyo dan bertemu dengannya 2 hari lagi kan?
Hyo Jin       : Iyaaa !! aku bahkan tak sabar menanti-nantikan hari itu Mikki-ahh ^^ aku aka memberikan kejutan kepadanya. Dia tidak akan menduga aku akan menyusulnya ke Tokyo.. Aku akan menjemputnya ^^
Mikki          : Memang kau tahu alamatnya? Kau kan tidak pernah kesana sebelumnya dan Sooman appa tidak memberikan alamat tempat tinggal Kyuhyun oppa kan?
Hyo Jin       : Hahahha (memamerkan secarik kertas) aku sudah mendapatkannya dari Siwon oppa :D
Mikki          : Yaa !! Yaa !! Hyo Jin-ahh .. Hyo Jin-ahh !! (berusaha merebut kertas itu dari Hyo Jin)
***
                   Pagi ini Hyo Jin bergegas pergi ke bandara untuk pergi ke Tokyo ditemani oleh Mikki.
Hyo Jin       : Hyaa Mikki-ahh~ cepatlah ! (menyeret tas)
Mikki          : Sabarlah Jinnie-ahh.. (mengelap keringat)
Hyo Jin       : Nanti aku bisa ketinggalan pesawat.. (berlari meninggalkan Mikki)
(Hyo Jin menyeberangi jalan penyeberangan tanpa melihat sekelilingnya, tiba-tiba sebuah bus kota menabraknya…)
Mikki          : YAA !! CHOO HYOOOO JIIIIIIINNNNNN …… !! (berlari menghampiri tubuh Hyo Jin yang berlumuran darah) Jinnie-ahh bertahanlah ..
Hyo Jin       : Mikki-ahh….. (terbata-bata) Kyuhyun op…pa… (melihat sekeliling kemudian memejamkan mata)
Mikki          : Hyo Jin-ahh…. Sadarlah.. Sadar Hyo Jin, bertahanlah … (menepuk-nepuk pipi Hyo Jin)
(Supir bus yang menabrak Hyo Jin menghampiri Hyo Jin dan mengecek urat nadi Hyo Jin dan mengatakan kalau Hyo Jin sudah meninggal)
***
                   Tak terasa sudah lima tahun lebih Kyuhyun mengembangkan perusahaan Lee Sooman, dia benar-benar mendapatkan banyak pelajaran tentang cara berbisnis. Kyuhyun  sudah berhasil mengembangkan perusahaannya sampai menembus pemasaran internasional bulan lalu, namun baru 2 hari yang lalu dia mendapatkan e-mail dari Busan bahwa dia sudah diperbolehkan pulang.
                   Kyuhyun sudah tak sabar ingin melihat wajah adiknya Cho Hyo Jin yang sangat dirindukannya itu, sebenarnya pada saat dia menitipkan fotonya kepada Choi Siwon rekan kerjanya dari Busan, dia berharap Cho Hyo Jin akan membalas mengirimkan fotonya, tapi sampai sekarang dia tak menerima balasan itu.
                   Kyuhyun menyusuri jalanan kota Busan, dia ingin memberikan kejutan kepada Hyo Jin. Tanpa ragu-ragu dia memasuki halaman rumah Lee Sooman, namun rumah itu terlihat sangat sepi, beberapa penjaga rumah itu memberikan penghormatan kepada Kyuhyun dengan cara membungkuk. Kyuhyun masih ingat saat ia pertama kali datang ke sini, dirinya diborgol dan diperlakukan layaknya pencuri.
                   Kyuhyun melihat seorang gadis yang mirip adiknya sedang berjalan membelakanginya di sekitar taman.
Kyuhyun    : (berjalan menghampiri dan memegang pundak Mikki) Hyo Jin-ahh..
Mikki          : (terkejut dan menoleh ke belakang) Aahh…
Kyuhyun    : (terkejut) Ahh. Maaf (membungkuk)
Mikki          : (membungkuk) Ahh. Tidak apa-apa. Tapi maaf, apakah saya mengenal anda sebelumnya?
Kyuhyun    : Aku Cho Kyuhyun (mengajak berjabat tangan)
Mikki          : Ahh.. Aku Choi Mikki asisten dari tuan Sooman sekaligus sahabat dekat Cho Hyo Jin (menjabat tangan Kyuhyun)
Kyuhyun    : Ya, senang berkenalan denganmu Mikki-ssi (tersenyum) . Jadi kau mengenal Hyo Jin?? Dimana dia sekarang Mikki-ssi? Apakah aku dapat menemuinya?
Mikki          : (menunduk) Maafkan aku Kyuhyun-ssi, kau tidak bisa bertemu dengannya lagi..
Kyuhyun    : (terkejut) Apa yang telah terjadi di sini? Ada apa dengannya Mikki-ssi?
Mikki          : Dia meninggal karena kecelakaan saat ingin menyusulmu ke Tokyo.. (berusaha tegar)
Kyuhyun    : (menangis) Adikkuu.. ini….ini tidak mungkin. Bagaimana bisa lelaki itu tidak becus menjaga adikku. (mengacak rambut kemudian terduduk)
Mikki          : Dia sudah mengurusnya dengan baik Kyuhyun-ssi sampai akhir hayatnya, tuan Sooman sudah meninggal dunia 2 bulan lalu ..
Kyuhyun    : (mendongak ke atas menatap Mikki) Tolong, antarkan aku ke pemakaman Hyo Jin ..
Mikki          : Baiklah .. (membantu Kyuhyun berdiri dan mengantarkannya sampai di depan pemakaman keluarga Lee)
                   Kyuhyun melihat 2 buah makam keluarga Lee di belakang rumah Lee Sooman, dia melihat makam istrinya Lee Sooman, kemudian makam Lee Donghae, disusul dengan makam Lee Sooman, dan akhirnya makam adiknya Cho Hyo Jin, satu-satunya di pemakaman ini yang bermarga Cho. Kyuhyun terduduk di samping makam adiknya. Dia menangisi keterlambatan dirinya pulang ke kampung halamannya, Busan.
Aku hidup setiap hari tanpa tenaga
Sungguh keterlaluan
Oh.. aku bahkan tidak punya sesuatu yang bisa aku berikan kepadamu
Aku benar-benar merindukanmu
Aku menyayangimu sehingga aku datang kembali
Tapi..  Aku tidak bisa menggenggam tanganmu lagi
Aku merindukanmu ..
Aku takut aku hanya bisa menangis..
Aku tidak bisa menyuruhmu untuk tetap tinggal bersamaku, aku merindukanmu ..
-only tears-
Kyuhyun    : Aku bahkan belum pernah melihat perubahan wajahmu sekarang.. (menangis sambil mengusap-usap nisan Hyo Jin) Hyo Jin-ahhh….. (matanya mengamati sebuah pohon bambu yang ditaruh di samping makam Hyo Jin)
Mikki          : (mengamati kelakuan Kyuhyun) Ahh itu adalah pohon bambu permohonan Hyo Jin, isinya semua curhatannya tentang kau.
Kyuhyun    : (berdiri, refleks menyentuh amplop-amplop) Ahh.. Aku juga selalu membuatnya sewaktu di Tokyo. (mengamati amplop biru paling besar di puncak pohon) Bolehkah aku membacanya? (menyentuh amplop biru di puncak pohon)

Busan, 20 Februari 2012
Kyuhyun oppa.. ;)
Apa kabar? Oppa, sudah lama kita tidak bertemu. Aku senang sekali kau bisa menyelesaikan tugasmu dengan baik , aku ingin sekali memberikan kejutan kepaadamu. Besok aku akan menjemputmu. Kyaaaa >.< kau pasti senang kan? Oppa, aku ingin membalas kirimin fotomu kemaren . coba lihat fotoku, jelek yah? Ahh.. aku kan semakin tua sekarang oppa. Umurku sudah 25 tahun ;o hehhe. Oppa , aku sudah bahagia di sini , aku diperlakukan dengan baik oleh Sooman appa dan aku mempunyai sahabat yang cantik, Choi Mikki.
Oppa, sebenarnya aku ingin menceritakan sesuatu untukmu.. coba saja oppa cek amplop curhatanku J
Aku benar-benar merindukanmu oppa.
Aku sayaang oppa ;)
CHO HYO JIN 
Mikki          : Silakan ..
Kyuhyun membaca surat yang ada di dalamnya ..

Kyuhyun    : (mengusap foto Hyo Jin) Jinnie-ahh.. kau sangat cantik ;( , maafkan aku yang belum bisa berada di sampingmu bahkan di saat terakhirmu.. (kemudian mengambil amplop kuning dan membacanya)


Busan, 11 Desember 2011
Anakku, Lee Gyu Hyun
Maafkan aku yang telah menghancurkan hidupmu, aku hanya ingin kaulah yang akan meneruskan perusahaanku ini…
27 tahun yang lalu , istriku Lee Tae Gyun melahirkan seorang anak laki-laki yang kuberi nama Lee Tae Gyun, karena sewaktu itu kami sedang krisis ekonomi, maka aku kesulitan untuk menghidupimu, namun seorang laki-laki menyelamatkan hidupku dan perusahaanku, setelah kami semua bisa bertahan dan terus hidup, ternyata laki-laki itu meminta kau untuk dijadikan anaknya dan kemudian mereka mengubah namamu menjadi Cho Kyuhyun, sebenarnya aku sangat terpukul karena merasa kehilanganmu..
Hingga saat keluarga Cho jatuh miskin, mereka meminta bantuanku dan aku membantu keluarga Cho semampu yang aku bisa, tapi belum sempat mereka berterimakasih kepadaku, keluarga Cho sudah meninggal dunia, akupun  memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkanmu kembali, aku berpura-pura menagih hutang dan memberimu tempo selama 2 bulan untuk melunasi hutang-hutangmu agar kau bisa kembali kepadaku dengan cara menyuruh Lee Donghae yang sudah lama mengincar adikmu untuk menikahinya.
Tapi ternyata usahaku sia-sia, setelah adikmu masuk penjara karena membunuh Lee Donghae, Aku kembali merencanakan sesuatu agar kau kembali pada diriku dengan mengirimmu ke Tokyo agar bisa mengelola perusahaanku.
Ternyata usahaku tidak sia-sia, kau belajar dengan cepat sehingga aku tidak menyesal untuk mewariskan seluruh perusahaan dan kekayaanku kepadamu, anak pertamaku ;)
Mengenai adikmu, Cho Hyo Jin , aku sudah merawatnya dengan baik, dia anak yang sangat pintar dan berbakat, dia juga membantuku untuk mengelola perusahaan ini. Aku bersumpah, aku akan menjaga adikmu sampai akhir hayatku.
Terima kasih Gyu Hyun-ahh.
Sooman
Lee Sooman                

                   Kyuhyun sangat terkejut saat membaca surat Lee Sooman untuknya, dia tidak menyangka, orang yang selama ini dituduhnya sebagai penghancur hidupnya adalah ayah kandungnya sendiri.
                   Kyuhyun terduduk di antara makam Hyo Jin dan Lee Sooman, kemudian dia tersenyum.
Kyuhyun    : Adikku, Cho Hyo Jin, terima kasih telah membuat hidupku berwarna, terima kasih selama hidupmu, kau selalu mendengarkan curhatanku, terima kasih sudah mau bersedia menjadi adikku selama ini.. (mengelus makam Cho Hyo Jin)
                     Sooman appa, terima kasih sudah mengajariku arti kehidupan yang sebenarnya. Terima kasih sudah menjaga adikku. Aku berjanji aku akan meneruskan perusahaan appa. (tersenyum kemudian berdiri)

            Kehidupan akan terus berjalan, bagaimana pun sulitnya keadaan dan apapun yang akan terjadi, kau tetap harus meneruskan hidupmu. Sesulit apapun rintangan yang akan kau hadapi kau tetap harus bertahan hidup, janganlah selalu menengok ke belakang dan menangisi masa lalu, karena kau tak akan pernah kembali ke dalam masa lalumu, hadapilah hari yang akan kau temui, yakinlah bahwa hari esok akan lebih baik dari hari kemarin.

TAMAT


[1]  Oppa adalah sebutan adik perempuan kepada kakak laki-lakinya di Korea
[2] Jajangmyeon adalah makanan khas Korea yang biasanya di makan pada saat Black Day
[3] Black Day dirayakan pada tanggal 14 April untuk orang-orang yang tidak mempunyai pacar
[4] Yeobo adalah panggilan sayang kepada suami/istri dalam bahasa korea
[5] Annyeong sama dengan hai dalam bahasa korea
[6] Jangan menangis dalam bahasa korea
[7] Ayah dalam bahasa Korea

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar