Selasa, 23 April 2013

Ringkasan Materi Biologi persiapan Ujian Nasional 2012/2013 part 1


Ringkasan ini saya buat dalam rangka pra-UN 2012/2013 berhubung banyak sekali materi yang harus dipelajari dan banyaknya buku yang harus dipelajari yang menyebabkan susah untuk mempelajarinya dan terlebih lagi ada beberapa mata pelajaran lain yang juga menuntut untuk dipelajari.

Jenis-jenis Variabel
o   Variabel kontrol, adalah variabel yang disamakan antara kasus 1 dengan kasus lain.
o   Variabel bebas, adalah variabel yang dibedakan antara kasus 1 dengan kasus lain. Umumnya yang dibedakan hanya 1 variabel.
o   Variabel terikat, adalah variabel yang ikut berubah (terikat) sesuai dengan variabel bebas.
Binomial Nomenklatur
Binomial nomenklatur adalah suatu aturan penulisan nama spesies. Contoh penulisan nama spesies yang tepat menurut binomial nomenklatur: Ornithorhynchus anatinus atau Ornithorhynchus anatinus.
Ornithorhynchus merupakan penunjuk genus, sedangkan anatinus merupakan penunjuk spesies.

Klasifikasi Makhluk Hidup
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah mempermudah mempelajari makhluk hidup.
Urutan takson dalam klasifikasi makhluk hidup:
o   Kingdom (Kerajaan)
o   Phylum (untuk hewan)/ Divisio (untuk tumbuhan)
o   Classis (Kelas)
o   Ordo (Bangsa) à umumnya diakhiri dengan  -les
o   Familia (Suku) à umumnya diakhiri dengan -eae
o   Genus (Marga)
o   Spesies (Jenis)

Sistem Klasifikasi Lima Kingdom Menurut Robert Whittaker
Monera, terdiri atas bakteri dan ganggang hijau-biru.
Bakteri memiliki ciri-ciri sbb:
-Prokariotik, Dinding selnya mengandung peptidoglikan, Reproduksi dengan membelah diri (amitosis), Memiliki plasmid, Mampu membentuk endospora jika kondisi lingkungan tidak baik.
Ganggang hijau-biru memiliki ciri-ciri sbb:
-Uniseluler dan multiseluler, Memiliki pigmen fikosianin, Memiliki klorofil, Habitat umumnya di perairan.
Archaebacteria memiliki ciri-ciri sbb:
-Prokariotik, Dinding selnya tersusun dari protein, Tidak mampu membentuk endospora, Mampu hidup di lingkungan ekstrim.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain:
o        Leptospirosis, disebabkan oleh Leptospira sp.
o        Tetanus, disebabkan oleh Clostridium tetani
o        TBC, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis
o        Lepra, disebabkan oleh Mycobacterium leprae
o        Antaks pada sapi, disebabkan oleh Bacillus anthracis
o        Difteri, disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria
o        Tifus, disebabkan oleh Rickettsiae prowazekii

Peran positif bakteri antara lain:
o        Eschericia coli, berperan sebagai bakteri pembusuk sisa-sisa makanan di usus besar manusia.
o        Acetobacter acetii, pembuatan asam cuka
o        Acetobacter xylinum, pembuatan Nata de Coco
o        Lactobacillus bulgaricus, pembuatan yoghurt
Protista, terdiri atas protista yang menyerupai jamur (Oomycota dan Myxomycota), protista yang menyerupai hewan (Protozoa), protista yang menyerupai tumbuhan (ganggang).

Protozoa, terdiri atas ciliata, rhizopoda, flagellata, dan sporozoa.
1. Ciliata (Ciliophora/Infusoria) memiliki ciri-ciri sbb:
-Selain sebagai alat gerak silia (rambut getar),  juga berfungsi sebagai penerima rangsangan dan pengambil makanan. Reproduksi dilakukan secara aseksual dengan pembelahan biner dan seksual dengan cara konjugasi. Memiliki dua inti (makronukleus dan mikronukleus). Makronukleus memiliki fungsi vegetatif untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan, sedangkan Mikronukleus memiliki fungsi reproduktif saat konjugasi. Memiliki trikokis yang berfungsi untuk pertahanan diri dari musuh. Hidup bebas Paramaecium caudatum, Didinium, Stentor, Balantidium, dan Vorticella, sedangkan yang parasit Balantidium coli (parasit di usus besar menyebabkan diare/balantidiosis). Habitat di lingkungan berair. Contoh: Paramecium sp.
2. Rhizopoda (Sarcodina) - rhizo (akar) dan podos (kaki) atau sarkodes (daging) memiliki ciri-ciri sbb:
-Bergerak dengan pseudopodia (kaki semu), Mampu membentuk kista di kondisi lingkungan ekstrim, Habitat di tempat lembab dan lingkungan berair. Bereproduksi dengan cara pembelahan biner, Dapat membentuk kista saat lingkungan tidak menguntungkanHidup heterotrof misalnya Amoeba proteus dan Globigerina (kelompok Foraminifera/petunjuk minyak bumi), Difflugia, sedangkan yang parasit misalnya Entamoeba ginggivalis (parasit pada gigi dan gusi manusia), Entamoeba histolytica (parasit pada usus manusia menyebabkan disentri).
3. Flagellata (Mastigophora) memiliki ciri-ciri sbb:
-Bergerak dengan flagellum (bulu cambuk) / mastigophora (mastix = bulu cambuk dan phoros = membawa). Bulu cambuk/flagel berfungsi sebagai alat gerak, selain itu bisa juga sebagai alat peraba dan penangkap makanan. Bereproduksi dengan cara pembelahan biner. Hidup bersimbiosis misalnya Trichonympha campanula hidup pada usus rayap dan kecoa kayu membantu dalam pencernaan kayu yang dimanakan serangga tersebut, sedangkan yang parasit misalnya Trypanosoma brucei (penyebab penyakit tidur pada manusia), Trypanosoma evansi (penyebab penyakit surra pada hewan ternak), Trichomonas vaginalis (penyebab penyakit alat kelamin), Leishmania (penyebab penyakit kala-azar yang merusak sel darah manusia).Catatan : Trypanosoma dan Leishmania dibawa oleh jenis lalat penghisap darah manusia, yaitu lalat tsetse (Glossina miritans). Terdiri : phytoflagellata : berklorofil autotrof, cnth : volvox sp. Zooflagellata : heterotrof parasit. Cnth typanosoma gambiense.

4. Sporozoa (Apicomplexa) memiliki ciri-ciri sbb:
-Berbentuk seperti spora, Tidak memiliki alat gerak, Hidup secara parasit pada hewan atau manusia. Berasal dari kata spore (biji) dan zoa (hewan). Makanan diperoleh dengan cara menyerap zat makanan dari hospesnya.
Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner dan seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Cara reproduksi dan siklus hidup Plamodium ditemukan oleh Ronald Ross dan Grassi. Contohnya Toxoplasma gondii (penyebab penyakit toksoplasmosis) dan Plasmodium(penyebab penyakit malaria), Plasmodium vivax.
Daur Hidup Plasmodium

B. Ganggang terdiri atas ganggang hijau (chlorophyta), ganggang coklat (phaeophyta), ganggang merah (rhodophyta), dan ganggang keemasan (chrysophyta).
1. Chlorophyta memiliki ciri-ciri sbb:
-Pigmen dominan klorofil, yaitu klorofil a dan b, Dinding sel mengandung selulosa, Cadangan makanan disimpan dalam bentuk amilum dan minyak. Pada kloroplas di temukan pirenoid (tempat pembentukan zat tepung)dan stigma (bintik mata/sensitif terhadap cahaya). Dinding sel dari selulosa. Uniseluler atau multiseluler. Habitat : air laut dan sebagian besar di air tawar. Merupakan tumbuhan perintis. Contoh : Chlamydomonas, Choloroococum, Chlorella, Volvox globator, Spirogyra, Ulothrix,
Gonium, Hydrodictyon, Oedogonium, Ulva, Caulerpa, Enteromorpha, (sayur), Halimeda, Acetabularia
2. Phaeophyta memiliki ciri-ciri sbb:
- Pigmen dominan karoten berupa fukosantin (coklat). Dinding sel mengandung pektin dan algin, Cadangan makanan disimpan dalam bentuk laminarin. Uniseluler atau multiseluler. Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk laminarin (sejenis glukosa atau dalam bentuk lemak). Habitat di air laut terutama yang beriklim dingin.
Memiliki struktur seperti akar, batang dan daun. Dapat mengapung karena memiliki gelembung udara. Contohnya : Turbinaria australis, Sargasum siliquosum, Laminaria lavaniae, Laminaria digitalis, Macrocystis, Nereocystis, Hormosira dan Fucus vesikulosus

3. Rhodophyta memiliki ciri-ciri sbb:
- Pigmen dominan fikobilin jenis fikoeritrin (merah). Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk tepung florid. Multiseluler. Dinding sel dari selulosa dan pectin. Habitat di air laut dalam. Beberapa digunakan sebagai agar-agar.
Contohnya : Euchema spinosum, Gellidium robustum, Gracilaria verrucosa, Porphyra, Chondrus crispus, Gigartina mammilosa, Corallina mediterranea, palmaria palmate, Polysiphonia sp
Catatan : Euchema spinosum dan Gellidium robustum menghasilkan gelatin untuk pembuatan agaragar dan untuk campuran pembuatan kue kering Contoh: Eucheuma spinosum
4. Chrysophyta memiliki ciri-ciri sbb:
-Pigmen dominan karoten berupa santofil (keemasan), Dinding sel mengandung hemiselulosa, silika dan pectin. Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk leukosin dan minyak. Uniseluler atau multiseluler. Habitat : air laut dan sebagian besar di air tawar. Contoh: Navicula, Ochromonas, Diatom, Vaucheria, Navicula, Synura, Mischoccus

5. EUGLENOID (EUGLENOPHYTA)
Pigmen dominan fikobilin (merah). Memiliki bintik mata yang berisi fotoreseptor. Uniseluler yang tidak memiliki dinding sel, namun selnya dibungkus oleh suatu protein yang disebut palikel. Merupakan organisme fotosintetik karena memiliki klorofil a dan b serta karoten. Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk paramilon (sejenis zat pati). Bersel 1, brbntuk pnjang, rncng pd anterior tmpl pd posterior. Umumnya memiliki dua flagel. Contohnya : Euglena

6. GANGGANG API (PYROPHYTA/DINOFLAGELLATA)
Pigmen yang dimiliki klorofil a dan c, santofil, dinosantin dan fikobilin. Uniseluler yang bersifat fotosintetik sebagai produsen utama fotoplankton. Dinding sel dari selulosa.
Contohnya : Gymnodinium breve (menghasilkan neurotoksin/toksin bagi saraf), Gambierdiscus toxicus (menghasilkan ciguatoksin), Gonyaulax (menghasilkan saksitoksin), Noctiluca scintillans (tidak menghasilkan toksik)

Peran ganggang dalam kehidupan adalah sbb:
o        Chlorella, sebagai makanan bersuplemen
o        Ganggang coklat, seperti Laminaria, sebagai pupuk dan makanan ternak.
o        Ganggang merah, seperti Eucheuma dan Gelidium, sebagai bahan pembuat agar-agar
o        Ganggang keemasan, misalnya diatom, sebagai bahan peledak.
PROTISTA YANG MENYERUPAI JAMUR
JAMUR AIR (OOMYCOTA)
o        Sebagai pengurai saproba pada habitat perairan, ada juga yang parasit misalnya Saprolegnia
o        (nempel pada tubuh ikan atau hewan air lainnya), beberapa merupakan pathogen pada
o        tanaman misalnya Plasmopora viticola (pada buah anggur), Phytophthora infektans (pada
o        kentang dan tomat)
o        Reproduksi aseksual dengan membentuk sporangium yang menghasilkan zoospore (spora
o        berflagel), selanjutnya zoopora akan berkecambah menjadi miselium. Sedangkan reproduksi
o        seksual dengan penyatuan gamet jantan dan betina
JAMUR LENDIR (MYXOMYCOTA)
o        Berpigmen terang, umumnya berwarna kuning atau orange
o        Bersifat heterotrofik (memakan organisme lain)
o        Menghasilkan sel-sel yang hidup bebas yang disebut amoebosit yang bersifat predator fagosit
o        dengan cara menjulurkan pseudopodianya
o        Saat kondisi tidak mendukung sel-sel yang bebas akan bergabung membentuk massa yang
o        berlendir untuk mendukung pertumbuhannya contohnya Dictyostelium discoideum
o        acrasiamycota(jamur lendir seluler) : hidup di air, tanah lembab, bagian-bagian tanaman yang membusuk. Jika ada makanan mereka akan menyatu membentuk struktur pseudoplasmodium (plasmodium palsu) / menyerupai siput tanpa cangkang, bergerak sebagai kesatuan tetapi masing-masing berdiri sendirp. Contoh : dyctiostellium.
o        Myxomycota : memiliki plasmodium sebenarnya, saat makan membentuk suatu massa sitoplasma yang disebut plasmodium yang terdiri dari ribuan inti sel, merayap di tanah, batuan, kayu yang membusuk dan memakan bakteri/ mikroorganisme lain dengan fagositosis. Jika makanan/air tidak mencukupi akan bergrrak ke permukaan yang terbuka dan mulai bereproduksi -> sporangium
o        Oomycota : tersusun atas filament bercabang, dinding sel tersusun atas selulosa, hifanya tidak bersekat. Reproduksi seksual & aseksual. Aseksual dengan pembentukan zoospore.
o   Zygomycotina memiliki ciri-ciri sbb:  Jamur multiseluler dengan hifa tak bersekat, Alat reproduksi seksual zigosporangium. Contoh: Rhizopus
o   Ascomycotina memiliki ciri-ciri sbb: -Terdiri dari hifa bersekat dan berinti banyak, Alat reproduksi seksual askus. Contoh: Saccharomyces cereviciae
o   Basidiomycotina memiliki ciri-ciri sbb: -Jamur multiseluler dengan hifa bersekat dan berinti, Alat reproduksi basidiospora. Contoh: jamur merang (Volvariella volcaveae)
o   Deuteromycotina adalah kelompok jamur yang sudah diidentifikasi tetapi belum diketahui alat reproduksi seksualnya.
Peran fungi dalam kehidupan antara lain:
o        Rhizopus oligsporus, berperan dalam pembuatan tempe
o        Saccharomyces cereviciae, berperan sebagai ragi dalam pembuatan anggur dan roti.
o        Neurospora sitophila, berperan dalam pembuatan oncom
o        Penicillium notatum, sebagai penghasil antibiotika
o        Aspergillus wentii, untuk membuat kecap
o        Aspergillus oryzae, untuk membuat sake dan kecap
o        Jamur merang (Volvariella volvaceae) dan jamur kuping (Auricularia polytricha), untuk dikonsumsi

Pelestarian Makhluk hidup
In situ : suaka marga satwa. Taman Nasional gunung leuser, TN kerinci seblat, TN ujung kulon, TN meru TN betiri, TN tanjung putting, Taman Laut, Hutan lindung, dll
Ex situ : kebun koleksi, kebun plasma nutfah, kebun raya

Plantae, terdiri atas tumbuhan tingkat rendah (Thallophyta) dan tubuhan tingkat tinggi (Tracheophyta).
·         Thallophyta merupakan kelompok lumut (Bryophyta). Sedangkan Tracheophyta terdiri atas kelompok paku-pakuan (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri sbb:
-Organisme fotoautotrof, Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tidak memiliki pembuluh angkut, pngangkutan dr sel ke sel scr lmbt, Mengalami metagenesis dengan fase dominan gametofit, Lumut gametofit berbentuk lembaran (talus), sedangkan lumut sporofit berbentuk terompet memanjang atau kapsul panjang. Mglami prgiliran ktrunan gametofit (dominan) & sporofit.
·         Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sbb:
-Organisme fotoautotrof, Memiliki akar, batang, dan daun sejati, Memiliki pembuluh angkut, Mengalami metagenesis dengan fase dominan sporofit, menempel pada pohon sebagai epifit & ada yang hidup di tanah, pada daun ada bulatan warna coklat (sorus) = kotak spora.
Terbagi 4 : 1. Psiophytinae (paku purba) contoh psilotum nudum, 2.lycopodinae (paku kawat) cnth lycopodium cernum & sellaginella caudatum. 3. Equisetinae (paku ekor kuda) contoh equisetium debile. 4. Filicinae (paku sejati) contoh : marsilea crenata(semanggi), adiantum cuneatum (suplir).
Spermatophyta memiliki ciri-ciri sbb:
-Organisme fotoautotrof, Memiliki akar, batang, dan daun sejati, Memiliki pembuluh angkut, Alat reproduksinya berupa biji. Spermatophyta, dapat dikelompokkan menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). Tumbuhan berbiji tertutup dapat dikelompokkan kembali menjadi tumbuhan berkeping tunggal (Monocotyledonae) dan tumbuhan berkeping ganda (Dicotyledonae).
Metagenesis Lumut dan Paku
metagen-paku.jpg metagen-lumut.jpg






Angiosperma, Ciri-ciri : bakal biji terlindung daun buah
1.Dikotil
Ciri-ciri: berkeping 2, berakar tunggang, daun menyirip/mnjari, batang bercabang & berkambium, bunga kelipatan 2, 4 /5, biji memiliki 2 daun lmbaga.
 a. Getah-getahan (euphorbiaceae) : getah putih. Contoh : ketela pohon (manihot utilisima), karet (havea brasiliensis).
b. kacang-kacangan (papilionaceae): mahkotanya berbentuk kupu-kupu, buahnya berbentuk polong, mempunyai bintil akar, kacang tanah (arachis hypogea), kacang panjang (vigna sinensis).
c. terung-terungan (solanaceaee) : bunga berbentuk bintang/terompet, memilki buah buni atau buah kotak, lapisan dalam berair/berdaging. Contoh : tomat (solanum lycopersicum)&Lombok (capsicum anuum).
d. compositae : memiliki bunga majemuk yaitu bunga tepi dan bunga tabung. Cnth : bunga matahari(heliantus annus), dahlia, beluntas.
E. kapas-kapasan(myrtaceae): memiliki  5 mahkota bunga yang saling melekat pada dasarnya, cnth : kapas (gossypium hirsutum), randu.

Monokotil
Cirri-ciri: memiliki bunga yang bijinya tidak membelah karena hanya memiliki 1 daun lmbaga, serabut, tulang daun melengkung/sejajar, keping biji/kotiledon 1, mahkota kelipatan 3, akar & batang tak berkambium, batang tak bercabang. Terbagi atas : suku rumput-rumputan, pinang-pinangan (palmae), bawang-bawangan (liliaceae) -- cnth : ldah buaya, mertua;--  jahe-jahean (zingiberaceae), anggrek-angrekan (orchidaceae), pisang-pisangan (musaceae), nanas-nansan (bromeliaceae)

Gymnospermae
Ciri-ciri  : bakal biji terlindungi oleh kulit biji & tidak terlindungi oleh daun, belum memiliki bunga, alat reproduksinya stobilus/ rujung, memiliki akar, batang dan daun sejati, berakar tunggang, batang tumbuhh tegak bercabang-cabang, memiliki cambium, daun umumnya tunggal, kecil, kaku & berwarna hjau, -> cycadine, gnetinae, coniferinae.
ANIMALIA (DUNIA HEWAN)
aurelia.bmp Daur hidup obelia sp
daur hidup Aurelia sp


Daur hidup Cacing Hati (Fasciola hepatica)
Daur hidup Cacing Pita (Taenia solium)
 

VERTEBRATA
Pisces memiliki ciri-ciri sbb:
-Berdarah dingin, Bernapas dengan insang, Sistem peredaran darah tunggal dan tertutup dengan jantung 2 bilik, Fertilisasi eksternal, Ovipar. Habitat air dan bereproduksi secara ovipar. Bersifat poikiloterm
Chondrichtyes (ikan bertulang rawan) : Mulut berada di ventral, Memiliki celah insang, Sisik berupa plakoid, ganoid atau tanpa sisik, Ovipar dengan fertilisasi internal. Misalnya Squalus acanthias (ikan hiu), Dicerobatis sp (ikan pari)
Osteicthyes (ikan bertulang keras) : Mulut berada di anterior, Memiliki tutup insang (operculum), Sisik berupa sikloid, stenoid, Ovipar dengan fertilisasi eksternal. Misalnya Cyprinus carpio (ikan mas)
Reptilia memiliki ciri-ciri sbb:
-Berdarah dingin, Bernapas dengan paru-paru, bersifat poikiloterm, Sistem peredaran darah ganda dan tertutup dengan jantung 4 ruang (2 atrium dan 2 ventrikel) dengan sekat antar ventrikel belum sempurna, kecuali pada buaya di sekat tersebut terdapat lubang yang disebut foramen panizzae. Fertilisasi internal, Umumnya ovipar, tapi ada juga yang ovovivipar. Memiliki kulit yang kering dan dilindungi oleh zat tanduk, Dapat mengalami pergantian kulit (ekskuvikasi),
Aves memiliki ciri-ciri sbb:
-Berdarah hangat, Bernapas dengan paru-paru, dibantu pundi-pundi udara, Sistem peredaran darah ganda dan tertutup dengan jantung 4 ruang (2 atrium dan 2 ventrikel) dengan sekat yang sudah sempurna, Fertilisasi internal, Ovipar. Tubuh ditutupi oleh bulu. Bersifat homoeoterm. Alat pernapasan berupa paru-paru dibantu oleh kantung udara (sakus pneumatikus) , selain itu kantung udara berperan dalam meperkeras suara, menjaga suhu tubuh, mengatur berat jenis, mencegah hilangnya panas. Karakteristik khusus dari burung : Memiliki tembolok, pelebaran dari kerongkongan berperan dalam penyimpanan makanan sementara. Lambungnya terdiri dari dua bagian, yaitu : proventrikulus (lambung kelenjar) danventrikulus (lambung pengunyah)
Amphibia memiliki ciri-ciri sbb:
-Berdarah dingin, Bernapas dengan insang, setelah dewasa bernapas dengan paru-paru, Sistem peredaran darah ganda dan tertutup dengan jantung 3 bilik, Fertilisasi eksternal, Ovipar, Mengalami metamorphosis. Alat gerak berupa 2 pasang kaki berjari tanpa kuku. Jantung tiga ruang (2 atrium dan 1 ventrikel). Pada eritrosit terdapat nucleus. Bersifat poikiloterm. Contohnya : katak, kodok, salamander
Mammalia memiliki ciri-ciri sbb:
-Berdarah hangat, Bernapas dengan paru-paru, Sistem peredaran darah ganda dan tertutup dengan jantung 4 ruang (2 atrium dan 2 ventrikel), Fertilisasi internal, Vivipar, Menyusui anaknya. Mempunyai kelenjar susu (glandulla mammae). Bersifat homoeoterm. Vivipar (kecuali platypus dan echidna) dengan fertilisasi internal. Alat pernapasan berupa paru-paru. Ornythorincus (platypus) dan Echidna bertelur. Pada ruminansia mempunyai 4 lambung : rumen, reticulum, omasum dan abomasums. Mamalia yang hidup di perairan : Prodelphinus malaynus (ikan lumba-lumba), Balaenoptera borealis (ikan paus), Halicure dugong (ikan duyung)

INVERTEBRATA
Porifera
Ciri-ciri : Tubuh Berpori Seperti Spons, Umumnya Asismetris Meski Ada Simetris Radial, Bentuk Seperti Tabung/Vas/Mangkuk/Bercabang, Bersifat Heterotroph, Pencernaan Oleh Koanosit & Amoebosit, Habitat Laut, Tidak Memiliki Alat Gerak Sehingga Melekat Pada Karang, Aseksual Dgn Mmbentuk Tunas & Gemmule, Seksual Dgn Gamet & Ovum, Sebagian Besar Hemaprodit. Manfaat : Digunakan Sebagai Spons Mandi Dan Alat Gosok.
Kelas porifera:
a.        Hexactinellida (Hyalospongiae) : Memiiki Spikula Yg Tersusun Dari Silica, Ujung Spikula Berjumlah 6 Seperti Bintang, Hidup Soliter, Hidup Pda Kedalaman 200-1000 M, Memiliki Saluran Air Tipe Sikonoid. Contoh : Euplectella
b.        Demospongiae : Rangka Tersusun Atas Serabut Sponging, Warna Cerah Krn Mengandung Pigmen Amoebosit, Bentuk Tak Teratur & Bercabang, Memiliki Saluran Air Tipe Leukonoid, Habitat Laut Dalam/Dangkal Meski Ada yang di tawar, contoh : Spongia, Hippospongia, Niptates Digitalis, Euspongia Officinalis
c.        Calcarea (Calsispongiae) : Memiliki Rangka Dari Kalsium Karbonat, Tipe Saluran Air Ada Yg Askonoid/Sikonoid/Leukonoid, Habitat Laut Dangkal. Contoh : Sycon, Clathrina, Leucettusa Lancifer
Coelenterata (Cnidarian)
Memiliki Rongga Tubuh (Gastrosol) Yg Berfungsi Sbg Alat Pencernaan(Gastrovaskuler), Memiliki Sel Penyengat Pd Tentrakel Disekitar Mulut, Hewan Dipoblastik, System Saraf Sederhana, Tidak Memiliki System Ekskresi, Bersifat Heterotroph, Habitat Laut, Aseksual Dgn Tunas Oleh Polip, Seksual Dgn Gamet Oleh Medusa/Polip. Manfaat : Komponen Utama Pembentuk Terumbu Karang,
Kelas coelenterate :
a.       Hydrozoa : Sebagian Besar Memiliki Pergililiran Polip Dan Medusa Dlm Siklus Hidup, Soliter, Umumnya Berbentuk Polip/ Berkoloni Dgn Bentuk Polip & Medusa. Contoh : Hydra, Obelia, Physalia
b.      Scyphozoa : Memiliki Bentuk Dominan Sbg Medusa, Dikenal Sgb Ubur2, Polip Kecil Meghasilkan Medusa Secara Aseksual, Mudusa Menghasilkan Gamet Secara Seksual. Contoh : Cyanea, Chrysaora Fruttescens, Aurelia Aurita (Ubur2)
c.       Anthozoa : Memiliki Banyak Tentrakel Berwarna Warni Seperti Bunga, Tidak Memiliki Bentuk Medusa (Hanya Polip), Habitat Laut Dangkal, Soliter/Koloni, Aseksual Dgn Tunas/Fragmentasi, Seksual Dgn Gamet, contoh : Tubastrea (Koral/Karang), Acropora, Urticina (Anemone Laut), Turbinaria. Actinia Equine
Koral Hidup Bersimbiosis Dgn Ganggang, Ganggang Memberikan Makan Dan Membantu Pembentukan Rangka Koral, Sedang Koral Memberikan Zat Buangan Sebagai Makanan Ganggang Dan Memberi Perlindungan Dari Herbivore, Rangka Koral Tersusun Atas Zat Kapur, Rangka Koral Membentuk Terumbu Karang.
Platyhelmintes (Cacing Pipih)
Cirri-ciri : Hewan Tripoblastik, Tidak Memiliki Rongga Tubuh (Aselomata), Tubuh Simetri Bilateral, Berbentuk Pipih, Memiliki System Saraf, System Pencernaan Dengan 1 Lubang, Titak Memiliki System Sikulasi, Respirasi, Dan Ekskresi, Hidup Bebas Di Laut/Tawar/Lembab/Parasite Dlm Hewan & Manusia, Hemafrodit, Seksual Secara Sendiri/Silang, Aseksual Dgn Fragmentasi Yg Diikuti Regenerasi.
Kelas platyhelmintes :
a.       Tubellaria (Cacing Berambut Getar) : Tubuh Bersilia, Pergerakan Dengan Silia Dan Otot Dgn Gerak Seperti Gelombang, contoh : Dugesia, Planaria Sp.
b.      Termatoda (Cacing  Isap) : Memiliki Alat Pengisap Untuk Menempel Pda Inang, Parasite, Saat Dewasa Hidup Dalam Hati/ Usus/ Paru2/ Ginjal/ Pembuluh Darah Verteb, Tidak Bersilia, contoh : Fasiola Hepatica (Cacing Hati), Schystosoma Japonicum
c.       Cestoda (Cacing Pita) : Berbentuk Pipih Panjang Seperti Pita, Tubuh Dilapisi Kutikula Dan Terdiri Atas Skoleks (Anterior) /Strobilus (Leher) / Dan Rangkaian Proglotid, Bersifat Parasite Pada Usus Halus, Tidak Memiliki  Mulut & Saluran Pencernaan, Makanan Diadsorbsi Melalui Permukaan Tubuh, contoh : Taenia Saginata (Sapi), Taenia Solium (Babi)
Dugesia Berbentuk Segitiga, Memiliki Indera Berupa Sepasang Bintik Mata (Penglihatan) Serta Celah (Aurikel-Pembau), Memiliki Silia, System Ekskresi Berupa Protonefridia, Sel Api Berbentuk Bohlam, Hermafrodit, Seksual Tidak Dilakukan Oleh Satu Individu, Fertilisasi Secara Silang, Zigot Berkembang Tanpa Menjadi Larva, Aseksual Dgn Fragmentasi
Nemathelmintes (Cacing Gilig)
Ciri-ciri : Tripoblastik Pseudoselomata, Simetri Bilateral Bentuk Bulat Panjang Dilapisi Kutikula, System Pencernaan Lengkap, System Sirkulasi Oleh Pseudoselom, Tidak Memiliki System Respirasi & Ekskresi, Hidup Bebas/Parasite, Hidup Di Tanah Becek/Air Twar/Laut/Parasite Dlm Tumbuhan/Hewan/Manusia.
Kelas nemathelmintes
a.      Ascaris Lumbricoides (Cacing Perut) : Hidup Dlm Usus Halus, Merupakan Hewan Dioseuc (Memiliki Kelamin Berbeda), Reproduksi Seksual, Menyebabkan Penyakit Cacingan (Askariasis). Contoh : Ascaris Lumbricoides (Cacing Perut)
b.      Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang) : Ditemukan Dipertambangan Tropis, Hidup Parasite Dgn Menyerap Darah Dan Cairan Pada Usus Halus, Memiliki Kait Kitin/Gigi Pada Sisi Ventralnya. Contoh : Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang)
c.       Oxyuris Vermicularis (Cacing Kremi) : Hidup Dlm Usus Besar, Bertelur Pada Anus Dan Menyebabkan Rasa Gatal. Contoh : Oxyuris Vermicularis (Cacing Kremi)
d.      Wuchereria Bancrofti (Cacing Rambut) : Juga Disebut Filarial, Hidup Dalam Pembuluh Limfa, Menyebbakan Penyakit Kaki Gajah, Filarial Masuk Memlalui Gigitan Nyamuk Culex. Contoh : Wuchereria Bancrofti (Cacing Rambut)/ Filaria.
e.       Trichinella Spiralis : Hidup Pada Otot Manusia Dan Menyebabkan Penyakit Trichinosis (Kerusakan Otot). Contoh : Trichinella Spiralis
Cacing Tanah Dimanfaatkan Untuk Bahan Kosmetik, Obat, Campuran Makanan Hewan Ternak, Dan Menyuburkan Tanah
Annelida (Cacing Gelang)
Ciri-ciri : Tripoblastik Selomata, Tubuh Simetri Bilateral Bersegmen, Memiliki Otot,Memiliki System Pencernaan , System Sirkulasi, System Saraf Tangga Tali, System Eksresi Yg Lengkap, Tidak Memiliki System Respirasi, Hemafrodit, Hidup Bebas Di Dasar Laut/Tawar/Tanah/Lembab/Parasit Pda Verteb, Aseksual Dengan Fragmentasi, Seksual Dgn Pembentukan Gamet.
Kelas annelid
a.      Polychaeta : Memiliki Banyak Rambut, Tubuh Terdiri Atas Kepala (Prostomium) Dgn Mata, Antenna, Sensor Palpus,.Memiliki Sepasang Struktur Dayung Yg Disebut Parapodia (Alat Gerak), Memiliki Rambut Kaku Yg Disebut Seta Yang Tersusun Atas Kitin, contoh : Cacing Kipas (Sabellasterte Indica), Nereis Virens, Marphysa Sanguinea, Enunice Viridis (C. Papolo), Dan Lysidice Oele (C. Wawo)
b.      Oligochaeta : Memiliki Sedikit Rambut, Tidak Memiliki Parapodia, Memiliki Seta Pada Tubuh Bersegmen. Contoh : Cacing Tanah Amerika (Lumbricus Terrestris), Cacing Tanah Asia (Pheretima), Cacing Merah (Tubifex), Cacing Tanah Raksasa Australia (Digaster Longmani).
c.       Hirudiena : Tidak Memiliki Parapodia Maupun Seta Pada Segmen Tubuhnya, Memiliki Alat Pengisap, Hidup Parasite Mengisap Darah Manusia Dan Hidup Bebas Dengan Memangsa Siput Kecil,. Contoh : Haemadipsa (Pacet), Hirudo (Lintah), Hirudo Medicinalis
Mollusca
Ciri-ciri : Tripoblastik Selomata, Bertubuh Lunak, Hidup Bebas Di Laut/Tawar/Darat, Tubuh Terdiri Dari Kaki, Massa Visceral, Dan Mantel, Bercangkang, Sstem Pencernaan Lengkap, System Sirkulasi Terbuka/Tertutup, System Saraf Terdiri Atas Ganglion Dan Serabut Saraf, Respirasi Dengan Insang Atau Rongga Mantel, Ekskresi Dengan Nefridia, Refroduksi Seksual Secara Inter/Ekster, Bersifat Dioseus/Monoseus.
Kelas molusca :
a.       Gastropoda : Menggunakan Perut Sbg Alat Gerak, Mengeluarkan Lender Untuk Memudahkan Pergerakan, Umumnya Dilindungi Cangkang Tunggal, Cangkang Bergam Tapi Umumnya Kerucut Berpilin, Pada Kepala Terdapat Tentrakel Dan Mulut, Gastropoda Akuatik Bernapasdgn Insang, Gastropoda Darat Bernafas Dgn Rongga Mantel Melalui Pori2. Contoh : Siput Air (Lymnaea Sp.), Remis(Corbicula Javanica), Bekicot (Achatina Fulica).
b.      Pelecypoda (Bivalvia) : Berbentuk 2 Cangkang Pipih Setangkup, Kakinya Dapat Dijulurkan Untuk Menggali Pasir/Lumpur Atau Untuk Melekat, Hidup Menetap Dengan Membenamkan Diri Di Dasar Perairan, Mampu Melekal Pada Permukaan Batu, Cangkang Hewan Lain/Perahu, Tidak Memiliki Kepala, Tidak Memiliki Rahang (Radula), System Saraf Terdiri Dari 3 Ganglion Yg Saling Berhubungan,  Reproduksi Seksual Dgn Gamet. Contoh : Kerang (Anadara Sp), Tiram Mutiara (Pinctada Margaritifera Dan Pinctada Mertensi), Kerang Raksasa (Tridacna Sp), Kerang Hijau (Mytilus Viridis)
c.       Cephalopoda : Memiliki Kaki Di Kepala, Memiliki Kantong Tinta Untuk Pertahanan Diri, Bernafas Dgn Insang Yg Berjumlah 2 Atau 4, Reproduksi Seksual.. contoh : Sotong(Sepia Officinalis), Cumi2 (Loligo Sp), Gurita (Octopus Sp)
Arthropoda
Ciri-ciri : Tripoblastik Selomata, Simetri Bilateral, Memiliki Kaki Dan Tubuh Beruas, Tubuh Terdiri Atas Kaput, Toraks, Dan Abdomen; Berangka Luar, System Indera Berkembang Baik, System Saraf Tangga Tali, System Pencernaan Lengkap, Ekskresi Menggunakan Tubula Malpighi/Dibantu Dgn Kelenjar Ekskresi Tertentu, Respirasi Dgn Insang,/Trakea/Paru2 Buku, System Sirkulasi Terbuka, Bersifat Dioseus Dan Reproduks Seksual Internal, Mengalami Eksidis, Sebagian Mengalami Metamorphosis,
Kelas Arthropoda :
a.       Aracnoidea (Laba2) : Dibedakan Menjadi 3 Ordo , 1. Scorpionida (Memiliki Alat Penyengat Beracun Pda Segmen Abdomen Terakhir-Kalajengking-Ketunggeng), 2.Arachnida (Abdomen Tidak Bersegmen,Memiliki Kelnjar Beracun Pada Keliseranya-Laba Serigala (Pardosa Amenata)-Laba2 Kemlandingan(Nephila Maculate)), 3. Acarina (Memiliki Tubuh Yang Sangat Kecil- Caplak(Tungau). Contoh : Laba Dan Sejenisnya
b.      Myriapoda : Merupakan Hewan Berkaki Banyak, Hidup Di Darat Di Daerah Lembab, Sulit Dibedakan Antara Toraks Dgn Abdomen, Tubuh Memanjang Seperti Cacing Sehingga Hanya Tampak Kaput Dan Badan, Tubuh Bersegmen, Memiliki Lubang Respirasi Berupa Spirakel Yg Menuju Trakea, Ekskresi Dgn Tubula Malpighi, Bersifat Dioseus, Seksual Internal.Dibedakan Atas 1. Chilopoda (Kelabang) Dan 2. Diplopoda (Kaki Seribu). Contoh : Kaki Seribu, Kelabang
c.       Crustacean : Memiliki Kulit (Eksoskeleton) Yg Keras, Sebagian Besar Bersifat Aquatic, Dibedakan Atas 1. Entomostracan (Mikroskopik, Contoh : Daphnia, Cypris, Cylops Sp.) , 2. Malacostraca (Makroskopik. Contoh : Udang, Kepiting, Lobster, Daphnia, Cypris, Cylops Sp.
d.      Insect : Kelompok Serangga, Memiliki 6 Buah Kaki, Tubuh Dapat Dibedakan Atas Kaput, Toraks Dan Abdomen, Toraks Bersegmen 3, Memiliki Sayap, Bernafas Dgn Trakea, Ekskresi Dengan Tubula Malpighi. Contoh : Nyamuk, Lalat, Kupu2, Capung, Semut, Jangkrik,Belalang, Lebah
Laba2 : Tubuh Terdiri Atas Sefalotoraks (Kepla-Dada)  Dan Abdomen, Pada Sepalotoraks Terdapat Enam Pasang Anggota Tubuh (Sepasang Kelisera, Sepasang Pedipalpus(Capit), Dan 4 Psang Kaki), Bernafas Dgn Paru2 Buku, Ekskresi Dengan Tubula Malpigi/Kelenjar Koksal, contoh :
Echinodermata
Ciri-ciri : Hewan Tripoblastikselomata Dgn Simetri Bilateral, Permukaan Tubuh Berduri, Hidup Bebas Di Dasar Laut, Duri Tumpul/Runcing, Memiliki System Amburakral, System Saraf Berupa Cincin Pusat Saraf Yg Bercabang, System Pencernaan Lengkap, Tidak Memiliki System Ekskresi, Respirasi Dgn Insang Pada Rongga Tubuh, System Sirkulasi Dgn Cairan Rongga Tubuh, Bersifat Dioseus, Seksual Eksternal, Dapat Beregenerasi.
Kelas echinodermata :
a.        Asteroidean : Disebut Juga Bintang Laut, Memiliki Bentuk Seperti Bintang Dengan Duri Tumpul Dan Pendek,  Pergerakan Dgn Pemanjangan/Pemendekan Kaki Amburakral, Memiliki Kemampuan Regenerasi Yang Sangat Besar, Fertilisasi Eksternal. Contoh : Acanthaster Sp, Linckia Sp, Pentaceros Sp,
b.        Ophiuroidea : Memiliki Bentuk Seperti Bintang Tetapi Dengan Lengan Yang Lebih Langsing Dan Fleksibel, Cakram Pusat Kecil Dan Pipih, contoh : Bintang Ular (Ophiothrix)
c.        Echinoidea ; Berbentuk Bola Atau Pipih, Tanpa Lengan, Permukaan Tubuh Diliputi Duri Panjang, Pergerakan Di Bantu Kaki Amburakral, Memiliki System Pencernaan Yg Disebut Tembolok,. Contoh : Bulu Babi (Diadema Saxatile) Dan Landak Laut (Arbacia Punctulata), Dolar Pasir (Echinarachnius Parma).
d.        Holothuroidea : Dikenal Dengan Nama Timun Laut/ Teripang, Tidak Memiliki Lengan, Tubuhnya Memanjang Dan Tidak Berduri, System Respirasi Disebut Pohon Respires,. Contoh : Timun Laut/Teripang, Cucumaria Sp, Holothurian Sp, Bohadschia Argus.
e.        Crinoidea : Berbentuk Seperti Tumbuhan, Ada Yang Tubuh Bertangkai (Lili Laut) Dan Yg Tidak Bertangkai 9bintang Laut Berbulu), Tubuhnya Tidak Memiliki Duri. Contoh :  Lili Laut : Metacrinus Rotundus, Bintang Laut Berbulu : Oxycomanthus Benneffi Dan Ptilometra Australis

DAFTAR PUSTAKA
Agus Pramono. http://Brewoktea.blogspot.com/.  RANGKUMAN BIOLOGI SMA : Jelang UAN 2011.
         Henny Riandari. 2009. Theory and Application of Biology for Grade X of Senior High School and Islamic Senior High School. Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Pak Anang. http://pak-anang.blogspot.com/ . Ringkasan Materi UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2012/2013


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar