Sabtu, 27 Oktober 2012

LAPORAN SISTEM PERNAPASAN (tugas sekolah)

LAPORAN SISTEM PERNAPASAN

WRITE BY : ISNAWATI DAN LISNA WATI SMAN 2 KANDANGAN

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas berkat, rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan pratikum biologi ini. Saya percaya bahwa tanpa bantuan dari teman-teman dan Ibu guru maka penulisan laporan pratikum biologi yang berjudul Mekanisme Pernapasan Manusia ini tidak dapat selesai. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan Ibu guru yang telah membantu dan mengarahkan. Kami sadar sepenuhnya bahwa penyusunan laporan pratikum ini masih jauh dari sempurna. Apabila ada salah dalam penulisan laporan pratikum biologi ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.



Kata Pengantar ....................................................................................     
Daftar Isi .................................................................................................
Bab I PENDAHULUAN........................................................................
A.     Latar Belakang Penelitian............................................................
B.     Rumusan Masalah........................................................................
C.     Tujuan Penelitian...........................................................................
D.     Manfaat Penelitian.........................................................................
Bab II TINJAUAN MASALAH.............................................................
Bab III METODE PENELITIAN...........................................................
A.     Alat dan Bahan...............................................................................
B.     Cara Kerja........................................................................................
C.     Waktu dan Tempat Penelitian......................................................
Bab IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................
Bab V PENUTUP................................................................................
A.       Kesimpulan.....................................................................................
B.        Saran...............................................................................................
 LAMPIRAN





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Bernapas diartikan sebagai proses pemasukan udara dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan mengeluarkan udara sisa dari dalam tubuh ke lingkungan. Bernapas merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Semua makhluk hidup melakukan proses ini, demikian juga manusia. Bernapas merupakan salah satu bentuk kegiatan tubuh guna menghasilkan energi untuk hidup.
  Ketika bernapas, kita menghirup oksigen (O2) dan mengembuskan karbon dioksida (CO2). Kita harus menghirup oksigen karena setiap sel penyusun tubuh membutuhkan oksigen. Oksigen digunakan untuk pembakaran zat-zat makanan (protein, lemak, dan karbohidrat) dalam sel-sel tubuh. Pembakaran itu menghasilkan energi serta karbon dioksida. Energi inilah yang digunakan manusia untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Selain itu,tanpa oksigen, sel-sel penyusun tubuh manusia terutama sel-sel otak akan rusak hanya dalam beberapa menit. Dan akhirnya manusia tersebut dapat menjadi mati karena kekurangan oksigen.

B.     Rumusan Masalah
§  Bagaimana mekanisme pernapasan pada manusia?
§  Apakah yang dimaksud dengan inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan manusia?

C.    Tujuan Penelitian
§  Mengetahui dan memahami bagaimana mekanisme pada pernapasan manusia.
§  Mengamati mekanisme inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan manusia.

D.    Manfaat Penelitian
§  Siswa dapat mengetahui dan memahami bagaimana mekanisme pada manusia.
§  Siswa dapat mengetahui dan memahami apakah yang dimaksud dengan inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan manusia.
§  Dapat menambah rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Alat Pernapasan Manusia
                 Sistem pernapasan pada manusia meliputi semua struktur yang menghubungkan udara ke dan dari paru-paru. Organ pernapasan utama berupa paru-paru.
1.   Hidung
Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. Di dalam rongga hidung, udara disaring oleh rambut-rambut kecil (silia) dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, maupun menyelidiki adanya bau. Pada pangkal rongga mulut yang berhubungan engan rongga hidung terdapat suatu katup yang disebut anak tekak. Saat menelan makanan anak tekak ini akan terangkat ke atas menutup rongga hidung sehingga makanan tidak dapat masuk ke dalam rongga hidung.
 Rongga hidung merupakan tempat masuknya udara pernapasan. Di dalam rongga hidung udara akan mengalami:
a.       Penyaringan, ditujukan kepada benda-benda asing yang tidak berbentuk gas, misalnya debu.Benda-benda tersebut dihalangi oleh rambut-rambut yang tumbuh ke arah luar lubang hidung.
b.      Penghangatan, yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh.


2.   Faring atau tekak
            Faring merupakan tempat terjadinya persimpangan antara saluran pernapasan dengan saluran pencernaan. Di dalam faring terdapat:
a.    Epiglotis bertugas mengatur pergantian perjalanan udara pernapasan dan makanan pada persimpangan tersebut.
b.   Di bawah faring terdapat laring (pangkal tenggorok).
c.    Pada laring terdapat celah yang disebut glotis yang menuju ke batang tenggorok, di dalam laring juga terdapat pita suara.


3.   Laring
Laring disebut juga pangkal tenggorok atau kotak suara.Laring terdiri atas tulang rawan yang membentuk jakun. Jakun tersusun atas tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan, dan gelang tulang rawan. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, epiglotis melipat ke bawah menutupi laring sehingga makanan tidak dapat masuk dalam laring. Sementara itu, ketika bernapas epiglotis akan membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara atau lebih dikenal dengan pita suara.

4.   Trakea
Trakea (batang tenggorokan) merupakan pipa yang panjangnya kira-kira 9 cm. Trakea tersusun atas enam belas sampai dua puluh cincin-cincin tulang rawan yang berbentuk C. Cincin-cincin tulang rawan ini di bagian belakangnya tidak tersambung yaitu di tempat trakea menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan agar trakea tetap terbuka. Cincin-cincin tulang rawan diikat bersama oleh jaringan fibrosa, selain itu juga terdapat beberapa jaringan otot. Trakea dilapisi oleh selaput lendir yang dihasilkan oleh epitelium bersilia. Silia-silia ini bergerak ke atas ke arah laring sehingga dengan gerakan ini debu dan butir-butir halus lainnya yang ikut masuk saat menghirup napas dapat dikeluarkan. Di paru-paru trakea ini bercabang dua membentuk bronkus. Bronkus merupakan pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapis, yaitu:
a.    Lapis luar terdiri atas jaringan ikat.
b.   Lapis tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan.
c.    Lapis terdalam terdiri atas jaringan epitel bersilia yang menghasilkan banyak lendir yang berfungsi untuk menangkap dan mengembalikannya ke hulu saluran pernapasan benda-benda asing yang akan masuk ke paru-paru bersama udara pernapasan.


5.Bronkus
            Bronkus merupakan cabang batang tenggorok. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju ke paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju ke paru-paru kiri. Dinding bronkus juga terdiri atas 3 lapis, yaitu jaringan ikat, otot polos, dan jaringan epitel, seperti pada trakea, perbedaannya adalah bahwa dinding trakea jauh lebih tebal dan cincin tulang rawan pada bronkus tidak berbentuk lingkar sempurna. Kedudukan bronkus yang ke kiri dan ke kanan berbeda. Yang ke kiri lebih mendatar daripada yang ke kanan. Hal ini merupakan salah satu sebab paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit.


6.   Bronkiolus
            Merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus ini bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus. Sel-sel epitel bersilianya berubah menjadi sisik epitel.
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus, dindingnya lebih tipis dan salurannya lebih kecil. Semakin kecil salurannya, semakin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa dengan lapisan silia. Setiap bronkiolus terminal (terakhir) bermuara ke dalam seberkas kantung-kantung kecil mirip anggur yang disebut alveolus.

7.   Alveolus
            Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa gelembung-gelembung udara. Dindingnya tipis, lembap, dan berlekatan erat dengan kapiler-kapiler darah. Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara. Adanya alveolus memungkinkan terjadinya perluasan daerah permukaan yang berperan penting dalam pertukaran gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara.
            Alveolus (saluran udara buntu) merupakan saluran akhir dari alat pernapasan. Alveolus berupa gelembung-gelembung udara. Pada bagian alveolus inilah terjadi pertukaran O2 dari udara bebas ke sel-sel darah, dan CO2 dari sel-sel darah ke udara bebas.

8.   Paru-paru
Paru-paru ada dua dan merupakan alat pernapasan utama. Paru-paru terletak dalam rongga dada. Letaknya di sebelah kanan dan kiri serta di tengahnya dipisahkan oleh jantung. Jaringan paru-paru mempunyai sifat elastik, berpori, dan seperti spon. Apabila diletakkan di dalam air, paru-paru akan mengapung karena mengandung udara di dalamnya. Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri  dua lobus. Setiap lobus tersusun atas lobula. Paru-paru dilapisi oleh selaput atau membran serosa rangkap dua disebut pleura. Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat untuk meminyaki permukaannya sehingga mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang bergerak saat bernapas. Dalam keadaan sehat kedua lapisan itu saling erat bersentuhan. Namun dalam keadaan tidak normal, udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang di antaranya menjadi jelas. Tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil daripada tekanan udara luar (± 3–4 mmHg). Di bagian dalam paru-paru terdapat gelembung halus yang merupakan perluasan permukaan paru-paru yang disebut alveolus dan jumlahnya lebih kurang 300 juta buah. Dengan adanya alveolus, luas permukaan paru-paru diperkirakan mencapai 160 m2 atau 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh.
              Aliran udara dari udara bebas ke paru-paru dan sebaliknya, ditentukan oleh perubahan tekanan udara dalam rongga paruparu, rongga dada, dan rongga perut. Perubahan tekanan disebabkan oleh terjadinya perubahan volume setiap ruangan. Perubahan volume setiap ruangan ini diatur oleh otot-otot  pernapasan yaitu otot antartulang rusuk, otot diafragma, dan otot dinding perut. Berdasarkan otot yang berperan aktif pada proses pernapasan, pernapasan pada manusia dapat dibedakan menjadi pernapasan dada dan pernapasan perut.
              a. Pernapasan dada
              Otot yang berperan aktif dalam pernapasan dada adalah otot antartulang rusuk (interkostal). Otot ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu otot antartulang rusuk luar (interkostal eksternal) yang berperan mengangkat tulang-tulang rusuk, dan otot antartulang rusuk dalam (interkostal internal) yang berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula. Apabila otot antartulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat hingga volume rongga dada bertambah besar. Hal ini menyebabkan tekanan udara rongga dada menjadi lebih kecil dari tekanan udara rongga paru-paru, sehingga mendorong paru-paru mengembang dan mengubah tekanannya menjadi lebih kecil daripada tekanan udara bebas. Selanjutnya akan terjadi aliran udara dari luar ke dalam rongga paru-paru melalui rongga hidung, batang tenggorokan, bronkus, dan alveolus.
            Proses pernapasan disebut inspirasi apabila otot antartulang rusuk dalam berkontraksi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula sehingga mendesak dinding paru-paru. Akibatnya, rongga paru-paru mengecil dan menyebabkan tekanan udara di dalamnya meningkat. Hal ini menyebabkan udara dalam rongga paru-paru terdorong ke luar. Proses ini disebut ekspirasi.


b. Pernapasan Perut
            Pada pernapasan perut, otot yang berperan aktif yaitu otot diafragma dan otot dinding rongga perut. Apabila otot diafragma berkontraksi, posisi diafragma akan mendatar. Hal ini menyebabkan volume rongga dada bertambah besar, sehingga tekanan udara di dalamnya mengecil. Penurunan tekanan udara akan diikuti mengembangnya paru-paru. Hal ini menyebabkan terjadinya aliran udara ke dalam paru-paru (inspirasi). Apabila otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi, isi rongga perut akan terdesak ke arah diafragma, sehingga posisi diafragma akan cekung ke arah rongga dada. Hal ini menyebabkan volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat, sehingga menyebabkan isi rongga paru-paru terdorong ke luar dan terjadilah ekspirasi.



                                                                                   






BAB III
METODE PENELITIAN

A.    ALAT DAN BAHAN

1.   Botol plastik bekas 1 buah.
2.   Balon ukuran besar 1 buah.
3.   Balon ukuran kecil 1 buah.
4.   Sedotan ukuran besar 1 buah.
5.   Penyumbat 1 buah.

B.     CARA KERJA
1.   Sediakan alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan.
2.   Kemudian buatlah model . Botol plastik diumpamakan sebagai rongga dada, balon yang berukuran kecil ada dalam botol plastik diumpamakan sebagi paru-paru, balon yang berukuran besar diumpamakan sebagai diafragma.
3.   Tarik membran karet balon ke bawah kemudian lepaskan kembali
4.   Amati keadaan balon yang ada di dalam botol plastik tersebut kemudian catatlah hasilnya.

C.    WAKTU DAN TEMPAT
Tempat           : Aula Utama SMAN 2 Kandangan
Hari                : Selasa, 07 Februari 2012
Pukul              : 14:4516:00 WITA
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    HASIL
NO
Perlakuan pada balon besar
Perubahan yang terjadi pada balon dalam botol
1
Ditarik
Menggelembung
2
Dikembalikan pada keadaan semula
Mengempis

B.     PEMBAHASAN
Saat balon ditarik maka balon yang berada dalam botol menggelembung karena terisi udara, hal ini disebabkan tekanan udara di dalam botol berkurang sedangkan  tekanan udara di luar  botol (udara bebas) yang tetap menjadi  lebih besar  sehingga udara di luar botol akan mengalir ke dalam balon dalam botol yang diumpamakan sebagai paru-paru. Proses yang seperti ini disebut proses inspirasi.
Gambar di bawah ini adalah gambar mekanisme ekspirasi pada pernapasan manusia.
Diafragma
 
Pada  proses ini terjadi pengisapan oksigen dari luar ke dalam paru-paru, Bila otot diafragma berkontraksi, maka diafragmanya akan mendatar. Pada waktu inspirasi maksimum, otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat,
Keadaan ini akan menambah besarnya rongga dada.  Mendatarnya diafragma dan terangkatnya tulang rusuk menyebabkan rongga dada bertambah besar, di ikuti mengembangnya paru-paru, sehingga udara luar masuk melalui hidung.
      Keadaan balon dalam botol saat membran karet dikembalikan adalah mengempis, hal ini disebabkan karena tekanan dalam botol lebih besar dan tekanan udara di luar mengecil atau berkurang sehingga udara dalam balon yang berada dalam botol mengeluarkan udara keluar yang membuatnya mengempis ini disebut proses ekspirasi.
Gambar di bawah ini adalah gambar mekanisme inspirasi pada pernapasan manusia.
Diafragma
 
Proses ini terjadi ketika kita menghembuskan udara. Pada proses ini terjadi proses pengeluaran karbon dioksida dan uap air dari paru-paru keluar tubuh. Pada gambar terlihat otot-otot dinding diafragma mengendur dan ditekan ke atas oleh organ perut,
tulang rusuk kembali ke posisi semula, Sehingga rongga dada menyempit. Akibatnya udara dapat terdorong keluar paru-paru.
Secara singkat dapat dijelaskan di bawah ini :
a.       Pernapasan perut
1) Inspirasi
Bila diafragma berkontraksi sehingga mendatar, maka rongga dada membesar. Keadaan ini menyebabkan tekanan udara di paru-paru mengecil sehingga udara luar masuk.
2) Ekspirasi
Bila otot diafragma relaksasi, maka rongga dada mengecil. Akibatnya tekanan di paru-paru membesar sehingga udara keluar.
Sedangkan untuk pernapasan dada :
b.      Pernapasan dada
1) Inspirasi
Bila otot antartulang rusuk berkontraksi maka tulang-tulang rusuk terangkat sehingga volume rongga dada membesar. Akibatnya, tekanan udara di paru-paru mengecil sehingga udara di luar yang mempunyai tekanan lebih besar masuk ke dalam paru-paru.
2) Ekspirasi
Bila otot-otot antartulang rusuk relaksasi maka tulang-tulang rusuk tertekan sehingga rongga dada mengecil. Akibatnya, tekanan udara di paru-paru membesar sehingga udara keluar.
Pada proses pernapasan, aliran udara dari udara bebas ke paru-paru dan sebaliknya, ditentukan oleh perubahan tekanan udara dalam rongga paru-paru, rongga dada, dan rongga perut. Perubahan tekanan disebabkan oleh terjadinya perubahan volume setiap ruangan.

BAB V
PENUTUP

·    KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :
ü Kegiatan pernapasan pada manusia berdasarkan otot yang berperan dalam proses pernapasan dibedakan menjadi  2, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
ü Pada pernapasan dada yang berperan aktif adalah otot antar rongga perut atau Muskulus Interkalaris sedangkan pada pernapasan perut yang berperan adalah otot dinding rongga perut. Jadi mekanisme pernapasan dapat terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara di dalam dan di luar tubuh.
ü Dalam sistem pernapasan manusia, ada proses inspirasi dan ekspirasi yaitu pengambilan udara pernapasan dari udara bebas untuk masuk ke dalam tubuh atau paru-paru, serta mengeluarkan gas sisa ke udara bebas. Pengambilan udara pernapasan ini dikenal dengan inspirasi, sedangkan pengeluarannya dikenal dengan ekspirasi.

·    SARAN
ü Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan memuaskan lakukanlah percobaan dengan teliti.
ü Carilah lebih banyak referensi untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan.

DAFTAR PUSTAKA
Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA & MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Purnomo, dkk. Biologi kelas XI untuk SMA dan MA. 2009. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Endang Sri Lestari dan  Idun Kistinnah.BIOLOGI Makhluk Hidup dan  Lingkungannya SMA/MA untuk Kelas XI. 2009. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar