Minggu, 09 Desember 2012

proposal praktikum pengaruh suhu pada pertumbuhan perkembangan tumbuhan

BAB I Pendahuluan                                                                                                 
A.     Latar belakang masalah
Semua makhluk hidup dalam hidupnya mengalami proses perubahan biologis seperti perubahan bentuk, ukur an, maupun volumenya. Perubahan tersebut terjadi disebabkan semua organisme tersebut mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel pada suatu organisme. Pertumbuhan bersifat tidak dapat kembali (irreversible). Proses pertumbuhan biasanya diikuti dengan pertambahan berat tubuh. Pertumbuhan diikuti dengan perkembangan yang merupakan proses saling terkait. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan diawali dengan pertumbuhan bakal biji dan bakal buah .
Tahap berikutnya yaitu perkecambahan. tumbuhan yang telah mengalami perkecambahan kemudian akan mengalami pertumbuhan sampai akhirnya menjadi tumbuhan dewasa yang dapat menghasilkan biji kembali. Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari makin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar. Suatu kecambah akan tumbuh menjadi tanaman yang utuh. Selain tumbuh, tanaman juga mengalami perkembangan, yaitu proses menuju kedewasaan secara seksual di mana tanaman sudah siap untuk menghasilkan keturunan.
Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan salah satunya adalah suhu atau temperature. Suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan, antara lain mempengaruhi kerja enzim Oleh karena itu, suhu mempengaruhi proses pertumbuhan tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut kami memilih suhu untuk diamati pengaruhnya terhadap pertumbuhan kacang hijau.
B.     Rumusan masalah
·         Pengaruh suhu pada pertumbuhan kacang hijau
·         Suhu yang manakah yang paling baik untuk pertumbuhan kacang hijau
C.     Tujuan masalah
·         Untuk mengetahui pengaruh suhu pada pertumbuhan kacang hijau
·         Untuk mengetahui suhu yang manakah yang paling baik untuk pertumbuhan kacang hijau.
D.     Batasan masalah
Pada penelitian ini , kami hanya meneliti tentang sejauh mana pengaruh suhu atau temperature terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
BAB II Tinjauan pustaka
Pertumbuhan adalah proses kenaikan massa dan volume yang irreversibel (tidak kembali ke asal) karena adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi selama proses tersebut. Selama pertumbuhan terjadi pertambahan jumlah dan ukuran sel. Pertumbuhan dapat diukur serta dinyatakan secara kuantitatif.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna. Perkembangan tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan terjadi pembelahan sel, pemanjangan sel dan diferensiasi sel.
Macam-Macam Pertumbuhan Pada Tumbuhan
a.       Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer . Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
1)      Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
2)      Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah ini memiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
3)      Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.
Pada ujung pucuk dan ujung akar, terdapat jaringan yang bersifat meristematik. Jaringan meristem yang terletak di ujung akar menyebabkan pemanjangan akar. Pertambahan panjang akar pada jagung mencapai 1 cm per hari. Ujung akar akan menghasilkan tudung akar. Tudung akar akan menghasilkan lendir yang dapat mempermudah akar menembus tanah. Menurut Hopson (1990: 475), pada ujung akar terdapat tiga daerah pertumbuhan berturut-turut dari ujung ke pangkal, yakni daerah pembelahan, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi.
b.      Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu cambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil. Perkembangan adalah Deverensiasi sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Kacang hijau sejenis tanaman budi jaya dan palawijaya yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Pabacaeae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan Legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Perkecambahan
Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai. Proses perkecambahan ini memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang memadai, persediaan oksigen yang cukup, kelembapan, dan cahaya. Struktur biji yang berbeda antara tumbuhan monokotil dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah yang berbeda pula. Pada tumbuhan monokotil, struktur kecambah meliputi radikula, akar primer, plumula, koleoptil, dan daun pertama. Sedangkan, pada kecambah tumbuhan dikotil terdiri atas akar primer, hipokotil, kotiledon, epikotil, dan daun pertama. Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epigeal dan hipogeal.
a. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan tanah karena terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke atas.
b. Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon tetap berada di bawah tanah, sedangkan plumula keluar dari permukaan tanah disebabkan pertumbuhan epikotil yang memanjang ke arah atas.
Pada dikotil tidak muncul koleoptil. Dari dalam tanah, kotiledonnya akan muncul ke atas permukaan tanah bersamaan dengan munculnya daun pertama. Kotiledon akan memberi makan bakal daun dan bakal akar sampai keduanya dapat mengadakan fotosintesis. Itulah sebabnya, lama-kelamaan kotiledon menjadi kecil dan kisut. Perkecambahan yang kotiledonnya terangkat ke permukaan tanah dinamakan perkecambahan epigeal. (Moore, et al, 1995: 404).

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan dan Pertumbuhan
a.       Faktor Dalam
1)      Gen
Berfungsi mengawasi reaksi kimia di dalam sel, terutama reaksi sintesis protein dan sintesis enzim. Gen-gen yang terbawa oleh setiap kromosom dari suatu generasi akan menentukan sifat generasi berikutnya.
2)      Hormon
Disebut zat tumbuh atau Fitohormon. Hormon adalah regulator pertumbuhan yang sangat esensial yang dibuat pada bagian tumbuhan, sedangkan respon pertumbuhan terjadi di bagian tumbuhan lainnya. Misalnya di akar, batang, dan daun. Hormon ditemukan pada tahun 1928 oleh F.W. Went. Hormon tumbuhan yang telah diketahui antara lain auksin, giberelin, sitokinin, gas etilen, dormin, kalin, dan asam traumalin.
b.      Faktor Luar
1)      Nutrisi (Makanan)
Umumnya tumbuhan memerlukan makanan dari lingkungan yang berupa unsur-unsur mineral. Unsur mineral ini berperan dalam penyusunan molekul organik. Beberapa unsur mineral juga terdapat dalam bentuk ion anorganik dalam protoplasma. makanan tersebut sebagai sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel.
a)      Air
Air termasuk senyawa utama yang dibutuhkan tumbuhan. Tanpa air tumbuhan tidak bisa tumbuh. Kekurangan air dapat menghambat aktivitas metabolisme.
b)      Kelembapan
Pengaruh kelembapan udara berbeda-beda terhadap berbagai pertumbuhan. Tanah dan udara yang lembap berpengaruh baik bagi pertumbuhan. Kondisi lembap menyebabkan banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan bertambah besar.
c)      Oksigen
Oksigen berfungsi dalam reaksi metabolisme tumbuhan karena oksigen penting dalam respirsi yang menghasilkan energi. Jika kekurangan oksigen, respirsi terganggu dan energi berkurang sehingga pertumbuhan terganggu.
d)      Cahaya
Cahaya sangat diperlukan tumbuhan hijau untuk berfotosintesis. Namun cahaya juaga merupakan faktor penghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin.
e)      Suhu
            Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi tumbuhan karena berhubungan dengan kemampuan melakukan fotosintesis, translokasi, respirasi, dan transpirasi. Tumbuhan memiliki suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. Suhu optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman secara ideal. Selain suhu optimum, tanaman juga mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bisa diterima olehnya. Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih dapat bertahan hidup. Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan tumbuhan bertahan hidup.
            Temperatur atau suhu yang tinggi akan mempengaruhi kandungan air pada jaringan tumbuhan . Strategi tumbuhan dalam menghadapi temperatur yang tinggi adalah dengan meningkatkan proses transipasi (penguapan air yang umumnya melalui daun). Selain itu, temperatur juga mempengaruhi kerja enzim dalam tubuh tumbuhan yang bekerja pada proses metabolisme.
                Temperature untuk pertumbuhan dan perkembangan setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Temperature yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tingkat tinggi berkisar antara 0°C hingga 45°C. Contohnya, berbagai kultivar gandum (triticum vulgare) dapat tumbuh pada kisaran temperature mendekati 0°C - 40°C. Namun, pertumbuhannya akan optimal pada kisaran temperature 20°C - 25°C. temperature optimum untuk pertumbuhan jagung (zea mays) berkisar antara 30°C - 35°C, tetapi jagung tidak dapat tumbuh pada temperature dibawah 12°C. Sebagian besar tumbuhan memerlukan temperature sekitar 10°–38°C untuk pertumbuhannya. Sebenarnya, temperature optimum pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan berkaitan dengan asal wilayah jenis tumbuhan tersebut. Tumbuhan yang berasal dari wilayah tropis memerlukan temperature yang relative lebih tinggi dibandingkan tumbuhan yang berasal dari daerah sub-tropis atau kutub.

Pengaruh suhu pada beberapa proses pertumbuhan (Proses Fisiologis)
1.      Transpirasi Pada Tanaman
           Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangna tersebut sangat kecil dibanding dengan yang hilang melalui stomata.
           Merupakan faktor lingkungan yang terpenting yang mempengaruhi transpirasi daun yang ada dalam keadaan turgor. Suhu daun di dalam naungan kurang lebih sama dengan suhu udara, tetapi daun yang kena sinar matahari mempunyai suhu 10o -20o F lebih tinggi daripada suhu udara
          Pengaruh tempratur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain, yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air di dalam daun dan tekanan uap air di luar daun. Kenaikan tempratur menambah tekanan uap di dalam daun. Kenaikan temperatur itu sudah barang tentu juga menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak di dalam ruang yang terbatas, maka tekanan uap tiada akan setinggi tekanan uap yang terkurung didalam daun. Akibat dari pada perbedaan tekanan ini, maka uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas.
2.      Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiologis penting: bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi
Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas
Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi)
Hubungan suhu dan pertumbuhan tanaman dapat diamati pada gambar berikut ini :
Untitled-TrueColor-05
BAB III Metode Penelitian
A.     Rancangan penelitian
Dalam penelitian ini populasai, sampel dan variabel adalah sbb :
a.       Populasi dan sampel
Populasi : 100 biji kacang hijau
Sampel : 20 biji
b.      Variabel
·         Variabel Independen (Variabel Bebas) adalah suhu.
·         Variabel Dependen (Variabel Terikat) adalah pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.
·         Variabel Kontrol adalah cahaya , air , kelembapan , nutrisi.
Alat
·         Thermometer
·         Penggaris
Bahan
·         biji kacang hijau
·         Tanah
·         Lidi dan kertas
·         gelas plastic bekas
·         Air
Cara Kerja
·         Siapkan alat dan bahan yang di perlukan.
·         Pilihlah biji kacang hijau yang sehat kemudian rendam biji kacang hijau tersebut selama beberapa jam.
·         Buatlah empat media dengan memasukkan tanah secukupnya ke dalam gelas plastic bekas.
·         Kemudian tanamlah biji kacang hijau yang sudah di rendam tersebut pada media yang sudah di buat dan masing-masing media di tanam 10 biji kacang hijau.
·         Berilah tanda pada setiap media yang sudah di Tanami kacang hijau tersebut dengan bendera.
·         Letakkanlah setiap media yang telah di Tanami tersebut pada tempat yang berbeda seperti di bawah pohon, di tempat yang terkena sinar matahari, di kamar dan di dalam kulkas.
·         Ukurlah suhu di setiap tempat tersebut serta siramlah masing-masing dengan air secukupnya setiap hari kemudian catatlah perubahannya.
·         Amati pertumbuhan dan perkembangan pada kacang hijau tersebut. Ukurlah panjang dan lebar batang dan daunnya setiap hari dan catatlah perubahannya. Sedangkan untuk akar di ukur saat hari terakhir percobaan.
B.     Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data/informasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melalui studi kepustakaan, observasi, dan lainnya. Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tersebut dinamakan variabel bebas, sedangkan pertumbuhan tumbuhannya dinamakan variabel terikat.
Ada dua jenis data, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
a.       Data kualitatif tidak memerlukan perhitungan matematis sebab data tersebut sudah memiliki makna untuk menafsirkan hasil penelitian dalam percobaan yang di lakukan, misalnya kapan mulai tumbuh akar; kapan kotiledon menyusut (kondisi kotiledon); kapan tumbuh daun pertama.
b.      Data kuantitatif merupakan data memerihal, belum bermakna, maka perlu pengolahan dan analisis, antara lain dengan statistik. Misalnya panjang akar.
Untuk memudahkan dalam pengumpulan data yang ada maka sebaiknya menggunakan table seperti berikut ini :
TABEL KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Untuk hari pertama penelitian masih belum ada perubahan pada lebar daun , panjang batang, panjang daun, panjang akar, warna daun dsb. Jadi yang di buat tabelnya mulai dar hari ke dua.
NO
KUANTITATIF
KUALITATIF
PANJANG BATANG
LEBAR DAUN
PANJANG DAUN
PANJANG AKAR
WARNA DAUN
KERAS LEMBEK BATANG
GELAS A DI DALAM RUANGAN
1






2






GELAS B DI BAWAH POHON
1






2






GELAS C DI ATAS MEJA TERKENA SINAR MATAHARI
1






2






GELAS D DI DALAM KULKAS
1






2







C.     Teknik analisa data
Data yang telah di amati nantinya akan disusun sesuai topik kajian. Kemudian dilakukan penyusunan berdasarkan kemudian data yang telah dipersiapkan secara logis dan sistematis. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan teknik deskriftif argumentatif sederhana.
BAB IV Hasil Penelitian
TABEL PENGUKURAN SUHU
HARI
TEMPAT
SUHU
Pertama
19 , juli 2012
Di dalam kulkas
120C
Di dalam ruangan
300C
Di bawah pohon
280C
Di bawah sinar matahari
290C
Kedua 
20 , juli 2012
Di dalam kulkas
120C
Di dalam ruangan
260C
Di bawah pohon
230C
Di bawah sinar matahari
230C
Ketiga
21 , juli 2012
Di dalam kulkas
120C
Di dalam ruangan
260C
Di bawah pohon
280C
Di bawah sinar matahari
290C
Keempat
22 , juli 2012
Di dalam kulkas
120C
Di dalam ruangan
240C
Di bawah pohon
280C
Di bawah sinar matahari
300C
Kelima
23 , juli 2012
Di dalam kulkas
0,60C
Di dalam ruangan
260C
Di bawah pohon
280C
Di bawah sinar matahari
280C
Keenam
24 , juli 2012
Di dalam kulkas
0,70C
Di dalam ruangan
250C
Di bawah pohon
300C
Di bawah sinar matahari
320C
Ketujuh
25 , juli 2012
Di dalam kulkas
0,60C
Di dalam ruangan
260C
Di bawah pohon
290C
Di bawah sinar matahari
300C

Table pengukuran kuantitatif dan kualitatif
1.       Panjang batang (dalam cm)
Hari
Gelas A di dalam ruangan
2
0,5
0,2
0,3
0,1
0,5
0,4
0,6
0,3
0,4
0,5
3
1,1
1
1,4
1,5
1,4
1
1,2
0,5
1
1,8
4
3
1
2
1,5
2
1
4
0,5
1
2,5
5
8
1
2
1,5
6
1
10
0,5
1
2,5
6
14
1
2
1,5
13
2
20
2
1
2,5
7
18
1
2
1,5
22
2
23
2,8
1
3
Hari
Gelas B di bawah pohon
2
0,3
0,2
0,2
0,4
0,3
0,3
0,2
0,4
0,3
0,2
3
1
1
1,5
1,4
0,3
0,4
1
1,3
1
1
4
1
1
2
2
0,3
0,5
2
2
1
1
5
1
1
2
3
0,4
0,6
-
2
1,5
1
6
1
1
2
4
0,4
0,6

2,5
1,5
1
7
1,2
1,1
2
9,4
0,4
0,6
-
2,5
1,5
1
Hari
Gelas C di atas meja terkena sinar matahari
2
0,4
0,3
0,4
0,3
0,5
0,2
0,2
0,2
0,3
0,4
3
1,5
0,4
1
1
1,5
1
1
0,3
1
1
4
2
0,4
1
1
2,5
1
1
0,3
1
1
5
2,5
0,5
1,5
1
3,5
1
1
0,5
1
1
6
5
0,5
1,5
1
6,2
1
1
0,5
1
1
7
5
0,5
1,5
1
7,9
1
1
0,5
1
1
Semua batang tanaman yang diteliti memiliki batang yang lembek.

2.       Warna, lebar(dalam cm)  dan bayaknya daun                 
Gelas A1,5,7 : 2 hijau muda(hari ke 5-7)
Gelas A9 : 2 hijau muda (hari ke 7)
Hari
Lebar daun
5
0,4
0
0
0
0,6
0
0,8
0
0
0

6
0,8
0
0
0
0,8
0
0,9
0
0
0

7
1
0
0
0
1,1
0
1,3
0,8
0
0,6

Gelas B4 : 3 hijau muda (hari ke 6-7)
Hari
Lebar daun
6
0
0
0
0,7
0
0
-
0
0
0
7
0
0
0
0,9
0
0
-
0
0
0
Gelas C1 : 2 hijau muda (hari ke 5), 2 hijau tua(hari ke 6), 3 hijau tua(hari ke 7)
Gelas C5 : 3hijau muda (hari ke 5), 3 hijau tua(hari k3 6-7)
Hari
Lebar daun
5
0,6
0
0
0
0,6
0
0
0
0
0
6
0,6
0
0
0
1
0
0
0
0
0
7
0
0
0
0
1,5
0
0
0
0
0
3.       Panjang akar
Pada percobaan kali ini panjang akar diukur setelah tanaman di cabut atau pada hari terakhir penelitian.
a.       Gelas A2,3,4,6,9 akarnya busuk, gelas A1 panjangnya 17cm, gelas A5 panjangnya 11,5cm, gelas A7 panjangnya 16,5 cm dan gelas A10 panjangnya 14,5 cm.
b.      Gelas B2,5,8,9 akarnya busuk, gelas B1&6 panjangnya 1cm, B3 panjangnya 1,5 cm, B4 panjangnya 7cm, dan B10 panjangnya 0,5cm.
c.       Gelas C2,6,8,9,10 akarnya busuk, C1 panjangnya  4cm, C3,4,7 panjangnya 0,5cm, dan C5 panjangnya 13,3cm.
Catatan :
*Untuk hari pertama tidak di buat tabelnya karena masih belum ada perubahan.
*Untuk gelas C yang diletakkan di kulkas tidak dibuat tabelnya karena dari penelitian tidak ada perubahan sama sekali, artinya tumbuhan kacang hijau yang diletakkan di kulkas tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada penelitian kali ini.
BAB V Pembahasan
            Berdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan diketahui bahwa pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang hijau pada setiap tempat yang berbeda yaitu di dalam ruangan , di dalam kulkas , di bawah pohon dan dimeja terkena sinar matahari menunjukkan banyak perbedaan. Tanaman kacang hijau pada percobaan di dalam kulkas sama sekali tidak berkembang berbeda dengan tanaman kacang hijau pada percobaan di dalam ruangan sangat tumbuh subur malah terlihat seperti berkembang daripada tanaman kacang hijau di tempat yang terkena sinar matahari dan di bawah pohon yang tempatnya sejuk.
Tanaman kacang hijau pada percobaan di tempat yang terkena sinar matahari dan di bawah pohon tampak seperti biasa saja, baik fulmula ataupun radikula tidak nampak perkembangan secara nyata setelah penanaman. Tanaman kacang hijau pada percobaan di bawah pohon dan di tempat terkena sinar matahari tidak tumbuh secara normal seperti yang seharusnya terjadi seperti tanaman pada percobaan  di dalam ruangan yang terlihat subur padahal tidak terkena sinar matahari secara langsung. Akan tetapi perkecambahannya lebih cepat. Berbeda dengan percobaan di bawah pohon dan tempat yang terkena sinar matahari yang perkecambahannya sangat lambat.
Tumbuhan memiliki suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. Suhu optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman secara ideal. Selain suhu optimum, tanaman juga mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bisa diterima olehnya. Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih dapat bertahan hidup. Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan tumbuhan bertahan hidup.
Secara teori umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0°C dan di atas 40°C. Suhu yang dikehendaki atau yang baik bagi pertumbuhan adalah 20°C – 37°C. Sedangkan dalam percobaan yang telah kami lakukan jika di urutkan berdasarkan cepat dan lambatnya pertumbuhan dan perkembangannya di ketahui bahwa rentang suhu yang cocok adalah 24° C - 30° C (dalam ruangan), kemudian 23° C - 29° C (di bawah pohon), selanjutnya 23° C - 32° C (tempat yang terkena sinar matahari) dan 0,6° C - 12° C (di dalam kulkas). Jadi, suhu yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau berkisar antara 23° C - 32° C.
Kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun. Kenaikan tempratur itu sudah barang tentu juga menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak di dalam ruang yang terbatas, maka tekanan uap tiada akan setinggi tekanan uap yang terkurung didalam daun. Akibat dari pada perbedaan tekanan ini, maka uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas.
Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiologis penting: bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas. Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi).
            Jadi, suhu mempengaruhi proses pertumbuhan tumbuhan dengan mempengaruhi laju proses transpirasi, translokasi, respirasi, hingga fotosintesis. Yang mana semakin optimum suhu yang mempengaruhi maka laju proses-proses tersebut akan optimum juga. Sehingga proses pertumbuhan akan optimum pula.
            Sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau selain di pengaruhi oleh suhu (temperature) juga dipengaruhi oleh nutrisi, cahaya, air dan kelembaban. Pada percobaan yang kami lakukan ini juga dapat di ketahui bahwa intensitas cahaya dapat mempengaruhi tinggi rendahnya suhu. Selain itu, pemberian air setiap harinya juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
BAB VI Penutup
A.     Kesimpulan
Dari percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
Tanaman kacang hijau yang mengalami pertumbuhan yang paling cepat adalah kacang hijau yang tumbuh pada rentang suhu 24° C - 30° C (dalam ruangan).
Suhu yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau berkisar antara 23° C - 32° C.
Pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau selain di pengaruhi oleh suhu (temperature) dipengaruhi pula oleh nutrisi, cahaya, air dan kelembaban.
B.     Saran
Pilihlah biji kacang hijau yang sehat untuk di teliti agar pertumbuhan dan perkembangannya lebih mudah di amati. Saat mengukur suhu janganlah memegang ujung bawah termometernya karena hasil pengukurannya dapat menjadi tidak sesuai. Hal itu terjadi karena yang terukur adalah suhu tubuh kita.
Daftar pustaka
Aryulina, Diah dkk. 2007. Biologi 3. Esis : Jakarta
Herlina, Ida dkk. 2007. BIOLOGI 3. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta

4 komentar: