Kamis, 06 Desember 2012

beberapa gangguan sistem alat reproduksi pada pria dan wanita


1.      Penyempitan Saluran Telur/Oviduk
Kelainan ini terjadi pada wanita dan merupakan faktor bawaan, tetapi adapula yang disebabkan karena infeksi kuman tertentu. Saluran oviduk yang sempit akan membuat sperma sulit untuk menjangkau bagian dalam saluran tersebut, sehingga menyebabkan pembuahan sulit terjadi.
2.      Mandul (Infertilitas)
Mandul bagi seorang laki-laki berarti system reproduksinya tidak dapat memproduksi sel-sel sperma atau bisa juga karena ketidakmampuan sperma untuk membuahi ovum. Sedangkan bagi wanita berarti system reproduksinya tidak dapat memproduksi ovum. Faktor paling besar dipengaruhi oleh gangguan hormon reproduksi. Mandul umumnya juga dapat disebabkan oleh gangguan spermatogenesis(misalnya jumlah sperma yang diproduksi terlalu sedikit atau bentuk sperma yang abnormal) dan oogenesis, tersumbatnya saluran sperma,tuba fallopi dan gangguan pada rahim.
3.      Impotensin adalah kelainan yang dialami oleh laki-laki, yaitu suatu keadaan penis yang tidak dapat melakukan atau mempertahankan ereksi (tegang), sehingga sulit untuk melakukan kopulasi (fertilisasi). Biasanya impotensi disebabkan oleh faktor hormonal, yaitu terhambatnya fungsi hormon reproduksi, bisa juga disebabkan oleh factor psikologis atau emosional seseorang, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alcohol, dan gangguan system saraf.
4.      Kanker Cerviks (Mulut Rahim) yang dialami oleh wanita ini dapat disebabkan oleh virus atau bakteri dan biasanya menyerang seorang wanita usia 45 ke atas. Pada mereka persentase terbesar penyakit kanker adalah kanker cerviks
5.      Kanker Payudara (pada wanita) .Seorang wanita yang tidak pernah menyusui besar kemungkinan dapat menderita penyakit ini.
6.      Sifilis disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum, dapat ditularkan melalui hubungan seksual, transfusi darah, atau luka mikroskopis tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus). Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan, sebelum perkembangan tes serologikal, diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut "Peniru Besar" karena sering dikira penyakit lainnya, misalnya luka pada alat kelamin dan jika tidak segera diobati, bakteri dapat merusak sel otak, melumpuhkan tulang atau merusak jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual dan trasfusi darah dengan penderita. Sifilis dapat dirawat dengan penisilin atau antibiotic lain misalnya dengan penyuntikan procaine penisilin di setiap pantat (procaine diikutkan untuk mengurangi rasa sakit) atau dengan memberikan kapsul azithromycin lewat mulut. Untuk mencegahnya dengan menggunakan kondom bila melakukan aktivitas seks atau tidak melakukan seks dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menular dan dengan orang yang berpenyakit negatif.
7.      Herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) adalah sejenis penyakit yang menjangkiti mulut, kulit, dan alat kelamin yang  menyebabkan kulit melepuh dan terasa sakit pada otot di sekitar daerah yang terjangkit. Hingga saat ini, penyakit ini masih belum dapat disembuhkan, tetapi dapat diperpendek masa kambuhnya. Gejala penyakit herpes mirip dengan flu yakni dengan gejala pertama suhu badan akan meningkat, sakit pada kerongkongan, pening, kelelahan, dan sebagainya yang umum pula terjadi pada orang demam. Gejala-gejala yang mengikuti herpes pada tahap pertama itulah, yang biasanya sering mendatangkan derita yang berat, karena sistem imun pada diri penderita atau orang yang terifeksinya, umumnya memang tidak siap untuk memerangi infeksi yang timbul.
8.      Herpes simplex disebabkan karena virus herpes simplex tipe II yang menyerang kulit di daerah alat reproduksi luar. Gejala penyakit ini adalah gatal-gatal, kemerahan di kulit, pedih dan timbul beberapa lepuh kecil, yang kemudian menjadi keruh dan pecah.
9.      Endometriosis merupakan kelainan reproduksi pada wanita, antara lain yaitu terdapatnya jaringan endometrium di luar rahim. Gejalanya ketika menstruasi terasa nyeri, sakit pinggang, atau nyeri perut. Rasa nyeri ini disebabkan pengelupasan jaringan endometriosis. Endometriosis dapat menghambat proses kehamilan.
10.  Gonore (kencing nanah) merupakan kelainan reproduksi pada pria dan wanita yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhaeae yang menginfeksi pada sluran kencing. Penderita merasakan sakit saat urinasi, kadang-kadang urine mengeluarkan nanah dan jika tidak diobati dapat merusak saluran reproduksi, yaitu sperma pada pria dan saluran falopi pada wanita sehingga mengakibatkan kemandulan. Penyakit ini dapat ditularkan dari ibu pada bayinya. Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama satu minggu (biasanya diberikan doksisiklin). Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah atau infus).
11.  AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)
Acquired berarti diperoleh, Immune deficiency berarti kekebalan yang rapuh, syndrome berarti kumpulan gejala yang timbul bersamaan. Jadi, AIDS mempunyai arti menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah sekali terserang penyakit yang berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini menyerang kekebalan tubuh menurun. Keberadaannya di dalam darah perlu waktu yang lama untuk dapat diketahui. HIV tidak memperlihatkan gejala penyakit tertentu. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita, dan transfuse darah yang tercemar HIV. Ibu hamil yang mengidap HIV dapat pula menular kepada bayinya.
12.  Candidiasis ( Keputihan )
Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.
Penyebab dari keputihan, antara lain adalah : Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan. Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa cairan encer berwarna kuning kelabu. Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar