Sabtu, 27 Oktober 2012

cerita si kembar (cerpen) - about relationship of twin with different ability

Cerita si kembar
Kini cherry dijauhi lagi, diacuhkan dan tidak diperdulikan lagi. “Apa yang mereka pikirkan hingga aku tidak dianggap pikirnya. Kenapa mereka memperlakukan diriku seperti itu ??? bukankah aku juga bagian dari keluarga ini?? Tetapi mengapa mereka selalu menyisihkanku seolah aku bukan siapa-siapa di keluarga ini” pikir cherry lagi sambil menangis dan memandang cermin yang ada di hadapannya. Kenapa… kenapa hanya dia yang selalu diperhatikan dan diberikan kasih sayang… seakan aku bukan keluarga mereka hingga tak pantas mendapatkan hal yang sama,” pikirnya lagi.

Braaak !! tiba-tiba pintu kamar cherry dibuka oleh seseorang dan disaat itu dia sangat terkejut dan segera mengusap air matanya seraya berpura-pura sedang berkaca dan memakai bedak. Dan ternyata yang membuka pintu kamarnya adalah ibunya. “ah, mama.. ada apa ?” katanya. Melihat tingkah laku cherry yang tidak biasanya itu ibunya pun berkata, ”Cherry … ayo cepat !! sampai kapan kamu terus duduk disana dan terus bersolek… saudara-saudarmu sudah siap untuk berangkat, tapi kamu masih saja berdiam diri disana… apa kamu mau ditinggalkan oleh mereka dan pergi sendiri naik angkot ?”. Setelah  berkata seperti itu ibunya pun menutup kembali pintu kamr cherry dengan keras. Sedangkan cherry yang masih sangat terkejut m endengar kata-kata ibunya itu pun tanpa sadar bergegas beranjak dari tempatnya semula seakan dia mendapat pukulan yang sangat hebat.

Cherry sekarang  udah duduk di kelas XII SMA Negeri Harapan Bangsa sedangkan adik kembarnya masih duduk di kelas IX SMP Negeri 1 Harapan Negeri yang bernama Chessy. Cherry juga memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Fandy yang juga duduk di kelas XII SMA Negeri Harapan Indonesia. Hal itu dapat terjadi karena ia pernah mengikuti dua kali program percepatan saat di SMP dan SMA, sehingga dia menginjak kelas XII SMA hanya dengan umur 15 tahun saja. Selain itu, dia juga memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Kevin yang merupakan seorang mahasiswa kedokteran semester IV di Universitas LSRDK.

Setelah menghampiri saudara-saudaranya yang telah menunggunya ia pun segera mengajak mereka agar segera berangkat.
Maaf, kak… ayo kita pergi sekarang… (pada Kevin)
Huh!! Tumben banget kak cherry yang jenius ini lelet hari ini ?? apa ga jenius lagi yaaahh…
Uh, udah deh, jangan banyak omong kamu !!!

Disepanjang perjalanan menuju ke sekolahnya Chessy terus saja mengoceh dan bermanja-manja dengan kakak-kakak laki-lakinya. Hal itulah yang membuat Cherry merasa sangat terganggu saat ia belajar dan ia sangat kesal dengan sikap Chessy yang ia anggap sangat berlebihan. Ia pun marah-marah pada Chessy.
Chess, kamu bisa diem ga sih ? apa kamu ga lihat aku lagi baca buku,, kamu sengaja yah menggangguku dan membuatku jadi jengkel.. uh, dasar lebay !!

Wawww, aku ?? lebay ?? hello, kak cherry nina pratista yang terhormat,, si jenius yang super duper pinter ini, ini mobil milik bersama yaa,, jadi, aku juga berhak dong untuk melakukan hal yang aku suka.. iih lebay banget sih kamu, gitu aja rebut !!

Apa katamu??  Nih (menjejali mulut Chessy dengan roti) nah,, kalo gini kan enak,, hahaha
Hwuaah kakaaaaaaaak ….. kak Cherry keterlaluan, kak.. masa mulut aku dijejalin roti gini… ih… !!
Huu, dasar mental tukang adu ya bisanya ngadsu doang..
Masinh untung kamu Cuma dijejalin roti begini sama Cherry.. coba kalo sepatu ato tahi sapi, gimana coba ?
Kak, Kevin.. (dengan nada merayu)

Apa ? lagi pula bener kok kata kak Fandy, chess,, haha
Ihh, kakak,, semuanya jahat sama aku !!
Makanya jangan mau jadi mental pengadu,, nih, gini jadinya saat ga ada yang membela !!
sepanjang perjalanan semuanya tertawa menertawakan Chessy yang bertingkah seperti anak-anak. Hal itu dirasa Chessy kurang menyenangkan karena ia menjadi bahan tertawaan. Sedangkan Cherry sejenak merasa senang karena dapat bersama dan tertawa bersama dengan mereka.

***

Suatu malam cherry sedang membaca buku di taman halaman belakang rumahnya dan chessy berada disampingnya dan membaca juga sambil sekali-kali memandang Cherry. Sebenarnya Chessy sangat mengagumi Cherry dan ingin sekali dapat menjadi seperti Cherry. Ia selalu berusaha untuk menirunya tetapi ia tidak bisa dan sebaliknya cherry pun berbuat demikian, tetapi kadang ia menghindar dari semuanya,
Eh, chess, kenapa kamu dari tadi memandangku ?
Ah, ga kok, kak. Aku cuma ingin minta ajarin kakak matematika, soalnya aku kurang ngerti dan udah lupa caranya, heehe
Ohh, kakak pikir apa.. sini kakak ajarin.. !!
Sebenarnya Chessy ingin mengungkapkan perasaan kagumnya, tetapi ia ragu dan malu, sehingga ia berpura-pura untuk minta diajarkan matematika.
Setelah itu Chessy pergi meninggalkan Cherry dan menghampiri kakak-kakaknya yang lain. Mereka pun saling bercanda dan tertawa bersama. Melihat itu cherry menjadi tidak tenang kembali dan kesal melihat semua itu. kemudian ia menangis sendiri karena sangat kesal.

***
Disaat Cherry melihat Chessy memeliki teman yang sangat banyak dan sangat peduli serta menyayanginya dan perhatian padanya ia sangat iri karena ia hanya memiliki beberapa teman yang menurutnya mereka hanya ingin memanfaatkannya saja dan mau berteman dengannya karena dia pintar. Rasa irinya pada Chessy pun kian bertambah terlebih lagi kini Chessy mulai mendapatkan prestasi yang terasa cukup membanggakan yang sebelumnya tidak pernah ia dapatkan. Misalnya saja Chessy pernah berhasil mendapatkan juara pertama dalam sebuah kontes modeling dan ia pun dijadikan sebagai model utama dalam sebuah iklan produk kecantikan. Tentu saja Cherry sangat kesal dan minder jika melihat dan bertemu dengan Chessy. Akibatnya setiap ia melakukan sesuatu hatinya menjadi tidak tenang dan nilainya pun ikut menurun dan ia dinyatakan akan gagal mengikuti program percepatan jika dia tidak segera mengatasi permasalahan yan tengah dihadapinya.
***
Mengetahui bahwa dia memiliki kemungkinan akan gagal, bukannya dia mencari jalan keluar untuk mengatasinya, dia malah semakin tidak tenang dan gelisah hingga dia pun jatuh sakit. Semua orang merasa cemas dengan keadaannya terlebih lagi Chessy yang sebenarnya sangat menyayanginya. Bahkan ia rela menunggunya hingga ia bangun dan merawatnya setiap hari dan meninggalkan semua aktivitasnya bahkan sekolahnya yang sebentar lagi akan menghadapi ujian kelulusan.

Kakak ayolah bangun dan kembali sehat seperti dulu. Aku sangat merindukanmu. Sungguh aku sangat mencintai dan menyayangimu, kak.. (sambil menangis).

Setelah beberapa hari kemudian Cherry akhirnya bangun dan ia kini mulai beranjak pulih dari sakitnya chessy sangat senang saat melihat kakaknya itu bangun dan tanpa sadar langsung memeluknya karena sangat senang. Sebenarnya ia bangun saat Chessy sedang merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga ia menyadari bahwa selama ini pikirannya tentang Chessy adalah salah dan sebenarnya ia sangat menyayanginya. Ia juga menyadari kalau sudah sepantasnya Chessy mendapatkan apa yang telah diraihnya.
Setelah beberapa hari mereka pun pergi ke sekolah lagi dan masalah yang mereka hadapi kian hari dapat teratasi dengan sangat baik karena mereka saling bantu-membantu dengan penuh kasih sayang. Akhirnya mereka dapat mendapatkan nilai yang memuaskan di kelulusan mereka.

Saat mereka merayakan kelulusan mereka bersama, mereka saling berpelukan dan kemudian di saat puncak acara mereka diminta untuk mengungkapkan beberapa patah kata sebagai ucapan terima kasih atas keberhasilan yang telah mereka raih serta sebagai ucapan perpisahan.


maaf ya kalo ceritanya tidak bagus, maklumlah saya belum berpengalaman... ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar