Rabu, 31 Oktober 2012

membandingkan karya sastra indonesia dan terjemahan (tugas sekolah)

Sastra Indonesia
1.      Judul : alita @ first
2.      Tema : Cinta tanpa tujuan memiliki dan menguasai
3.      Amanat
a.       Hendaknya cinta tidak mengharapkan balasan dan tidak ingin memiliki.
b.      Janganlah bersikap egois dalam cinta dan jangan menjadi seseorang yang buaya darat.
c.       Jangan mudah terbuai akan cinta karena tidak selamanya cinta berakhir bahagia
d.      Jangan pernah mencoba untuk melakukan seks bebas, karena akibatnya bisa sangat fatal seperti timbulnya penyakit HIV.
e.       Kita harus menasehati orang meskipun sulit dan itu karena demi kebaikan bersama.
f.       Berpikir dua kali sebelum bertindak.
g.      Berusaha untuk tegar, tegas dan bijaksana dalam menghadapi masalah.
4.      Nilai
a.       Pada saat seseorang mulai jatuh cinta janganlah selalu mengikuti kehendak hati dan perasaan tetapi berfikirlah berdasarkan logika.
b.      Cinta penuh kesadaran dan tidak menuntut balasan.
c.       Cinta adalah sesuatu hal yang abstrak dan kadang bisa membuat kita buta akan segalanya.
d.      Cinta tidak mengenal usia dan tidak selalu berakhir bahagia.
5.      Bahasa
Pengarang menggambarkan perasaan setiap tokoh secara tidak langsung tetapi dengan menggunakan suatu gambaran dengan makna kiasan yang mudah dipahami. Jadi si pengarang tidak blak-blakan dalam menceritakannya dan si pengarang juga menggunakan bahasa yang ringan yaitu menggunakan bahasa yang sering dipakai dalam keseharian. Sehingga pembaca dapat lebih memahami isi cerita tersebut.


Sastra Terjemahan
1.      Judul : Lolita
2.      Tema : frustasi cinta masa lalu yang menyebabkan cinta terlarang antara ayah dengan anak tirinya.
3.      Amanat
a.       Kita semua terutama orang tua harus meningkatkan wawasan kewaspadaan dalam membesarkan dan mendidik anak kita agar dia tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak benar.
b.      Perlunya orang tua untuk memberikan informasi yang baik dan benar tentang seks kepada anak agar mereka tidak terjerumus dalam seks bebas pada usia dini.
c.       Jangan berlarut-larut dalam angan masa lalu yang dapat merusak masa depan kita.
d.      Jangan suka gonta-ganti pasangan dan janganlah bersikap egois serta teobsesi dengan cinta.




4.      Nilai
a.       Budaya seks bebas adalah budaya yang sangat marak di masyarakat. Akan tetapi, dampak yang ditimbulkan sangatlah negatif bahkan dapat memutuskan harapan hidup seseorang.
b.      Sekarang istilah seks tidak hanya orang dewasa yang tahu, tetapi anak-anak di bawah umurpun sudah mengerti apa itu seks. Pengenalan hal-hal seperti seks diwaktu yang tidak tepat dapat merusak dan menjerumuskan mereka ke jalan yang salah dan merusak masa depan mereka.
c.       Cinta dapat membuat kita buta dan lupa akan segala hal.

5.      Bahasa
Penulis dengan terang-terangan mengungkapkan apa yang tokoh rasakan atau apa yang sedang dilakukan oleh tokoh dalam cerita tersebut. Tetapi susunan kata atau kalimatnya kadang tidak teratur sehingga sulit dimengerti. Bahasa yang digunakan oleh penulis pun cukup berat. Jadi pembaca sulit untuk mencerna dan memahami apa yang ingin disampaikannya.







Komentar
Kedua novel tersebut sama-sama bagus dan menarik. Keduanya juga sama-sama menceritakan kisah cinta antara seorang gadis dengan seorang laki-laki yang mana perbedaan usia mereka cukup jauh. Hanya saja untuk sastra Indonesia menceritakan tentang cinta yang penuh dengan kesadaran dan tidak mengharap balasan sedangkan untuk sastra terjemah menceritakan cinta yang penuh hasrat dan obsesi.
Di dalam novel karya sastra Indonesia yang berjudul Alita @first banyak mengandung hal-hal yang menarik, baik dari segi cerita maupun hal yang ingin disampaikan penulis. Gaya bahasa penulisannya pun ringan dan dapat membuat kita yang membacanya menjadi mudah memahami isi ceritanya dan apa yang ingin disampaikan oleh penulis sehinnga kita pun menjadi terhibur bahkan dapat membuat kita sepeti merasa menjadi karakter tokoh di novel tersebut.
Sedangkan pada novel terjemah penulis sering menggunakan kata-kata, istilah atau kalimat yang lumayan sulit dimengerti. Salah satunya mungkin karena faktor penerjemahan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia sehingga saat membacanya kita menjadi kurang memahami apa yang sebenarnya yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca dan membuatnya menjadi terlihat seperti membosankan padahal sebenarnya jika dipahami dengan benar maka ceritanya menarik untuk dibaca. Di samping itu penulis dalam karya sastra terjemah juga menggambarkan apa yang sedang tokoh lakukan dan rasakan secara jelas dan terang-terangan sehingga bagaimana hasrat dan obsesi tokoh terhadap cintanya menjadi terlihat jelas walaupun masih dengan gaya bahasa yang halus.
Selain itu, pada novel Alita @ first yang mana tokoh Alita digambarkan tidak mengharapkan balasan cintanya dan tidak ingin mengungkapkan cintanya dengan melakukan hubungan seks dan membuat dirinya menjadi lupa diri. Sedangkan dalam sastra terjemahan digambarkan tokoh Humbert yang frustasi akan cinta masa lalunya sehingga membuat hubungan percintaannya di masa-masa sesudahnya menjadi tidak pernah bisa terlepas dari hubungan seks dan penuh obsesi yang terkadang membuatnya menjadi lupa diri dan bersikap abnormal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar