Sabtu, 27 Oktober 2012

makalah mengenai workaholik (tugas sekolah)

 TUGAS BAHASA INDONESIA KELAS XI
write by : Isnawati SMA Negeri 2 Kandangan

BAB 1
PENDAHULUAN
1.         LATAR BELAKANG MASALAH
            Kebutuhan hidup manusia saat ini semakin besar seiring dengan kemajuan zaman.Tuntutan dan tantangan hidup pun semakin besar akibatnyasetiap orang harus menjadi pekerja keras dan bahkan menjadi gila kerja (workaholic) untuk mencapainya.Dalam bekerja mereka menggunakan praktek terlibat lebih banyak dan lebih dalam pekerjaan mereka sehingga sebagian besar waktu mereka digunakan untuk bekerja dan bekerja. Mereka menganggap waktu 24 jam sehari itu tidaklah cukup dan khawatir untuk menghadapi hari esok karena banyaknya pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Keadaan yang seperti ini dapat menyebabkan orang tersebut menjadi stres dan cenderung menderita hipertensi karena hidup dalam tekanan.
            Suatu penelitian membuktikan bahwa seseorang yang memiliki tanggung jawab besar dalam suatu pekerjaan dapat mempunyai tekanan darah (tensi) yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang ringan tanggung jawabnya selama jam kerja. 90 % dari penderita hipertensi saat ini menderita hipertensi penyebab utamanya adalah stres.Oleh karena itu, diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan memahami apakah yang dimaksud dengan perilaku workaholik (gila kerja) dan bagaimana cara menghindari ataupun mengurangi dampak yang mungkin timbul dari perilaku workaholik.
2.         RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah yang dimaksud dengan perilaku workaholik.
2.      Apa saja dampak yang mungkin timbul dari perilaku workaholik.
3.      Bagaimana cara menghindari ataupun mengurangi dampak yang mungkin timbul dari perilaku workaholik.
3.         TUJUAN PENULISAN
1.      Menjelaskan apakah yang dimaksud dengan perilaku workaholik.
2.      Menjelaskan dampak-dampak yang mungkin timbul dari perilaku workaholik.
3.      Menjelaskan bagaimana cara menghindari ataupun mengurangi dampak yang mungkin timbul dari perilaku workaholik.


4.         MANFAAT PENULISAN
1.      Dapat mengetahui dan memahami apakah yang dimaksud dengan perilaku workaholik.
2.      Dapat mengetahui dampak apa saja yang dapat timbul dari perilaku workaholik.
3.      Dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara menghindari ataupun mengurangi dampak yang mungkin timbul dari perilaku workaholik.












BAB 2
WORKAHOLIK
A.        PENGERTIAN WORKAHOLIK (GILA KERJA)
Menurut sebuah situs iloveindia.com dalam google terjemahan istilah workaholik dapat diartikan sebagai situasi di mana seseorang kecanduan karyanya.Dia memiliki tujuan tunggal dalam pikiran - bekerja, bekerja dan bekerja lagi.Ia membentang dirinya pada titik kelelahan dan terus khawatir tentang tenggat waktu pertemuan, proyek mengantongi, mencapai kesuksesan, dan sebagainya.Banyak psikiater juga mengakui gila kerja sebagai gejala obsesif-kompulsif kepribadian.
Jadi, workaholik adalah perilaku seseorang yang senang bekerja keras dalam waktu yang lebih lama dari waktu bekerja orng pada umumnya dengan tujuan untuk memenuhi segala kebutuhan dan tantangan hidup dalam gaya hidup modern.


B.        DAMPAK  YANG  MUNGKIN  TIMBUL DARI  PERILAKU
WORKAHOLIK
Pada umumnya orang yang mempunyai perilaku workaholik cenderung dapat menjadi stres dan rentan terhadap penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi).Hal ini sesuai dengan penelitan yang dilakukan oleh Cornel Medical College menyatakan bahwa seseorang yang mengalami stres selama bertahun-tahun di tempat kerja memiliki resiko hipertensi sebanyak tiga kali lebih besar.
Menurut artikel yang berjudul penyakit darah tinggi-hipertensi, penyakit darah tinggi atau Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.
Menurut The Sevent Report of The Joint National Committe on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Preasure (JNC VII) tekanan darah seseorang dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut :
Tekanan sistolik (mmHg)
Tekanan Diastolik (mmHg)
Klasifikasi
<120
Dan 80
Normal
120 – 139
Atau 80 – 89
Prehipertensi
140 – 159
Atau 90 – 99
Hipertensi tingkat 1
>160
Atau >100
Hipertensi tingkat 2

            Dari berbagai jenis hipertensi orang yang mempunyai perilaku workaholik umumnya menderita hipertensi primer (hipertensi esensial) yaitu suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang mengalami stress dan orang  yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas dapat menderita penyakit tekanan darah tinggi ini. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.Sebagai tambahan perlu diketahui bahwa 90 % penderita hipertensi menderita hipertensi jenis ini.
Suatu penelitian membuktikan bahwa seseorang yang mempunyai tanggung jawab besar dalam suatu pekerjaan dapat mempunyai tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang lebih ringan tanggung jawabnya selama jam kerja.Hal ini terjadi karena selam jam kerja orang tersebut merasa tertekan dan menjadi stres.Dalam kondisi tertekan, hormon adrenalin dan kortisol dilepaskan ke dalam darah sehingga terjadi peningkatan tekanan darah bagi seseorang yang mempunyai perilaku workaholik. Sebenarnya pelepasan kedua hormon tersebut bertujuan untuk mempersiapkan diri dari segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi yaitu apabila kita berada dalam ancaman atau bahaya. Disaat itu tubuh akan secara otomatis bereaksi untuk menyerang atau untuk melarikan diri. Apabila kondisi ini terjadi terus menerus maka tekanan darah orang tersebut akan terus menerus berada dalam level yang tinggi.
Menurut Robinson dalam bukunya Chained to the Desk: A Guidebook for Workaholics, Their Partners, Their Children and the Clinicians Who Treat Them menyatakan bahwa tempat kerja tidaklah menjadikan seseorang workaholik, sama seperti bar yang tidak membuat seseorang menjadi alkoholik, tapi memang merupakan suatu sarana, Jadi dapat disimpulkan bahwa bukan tempat kerja yang membuat seseorang menjadikan seseorang menjadi gila kerja tetapi tanggung jawab atau banyaknya pekerjaan yang dimiliki seseorang tersebut.
            Menurut Dr. Hans Selye dalam buku yang berjudul hipertensi,  jika seseorang mengalami stres yang berlangsung cukup lama, tubuh akan berusaha mengadakan penyesuaian sehingga timbul kelainan organis atau perubahan psikologis. Hal ini berarti seseorang yang mengalami stress dalam waktu yang cukup lama tubuhnya akanmengalami perubahan untuk menyesuaikan diri dari kondisi orang tersebut. Akibatnya orang yang semula mempunyai tekanan darah yang normal dapat mempunyai tekanan darah yang tinggi karena terus menerus mengalami stress.
Stress kronik akan pekerjaan konstan ini dapat menyebabkan masalah pada kesehatan fisik dan mental, kata Redford B. Williams, MD kepada WebMD. Williams  adalah direktur dari Behavioral Medicine Research Center di Pusat kesehatan Universitas Duke di Durham, N.C. menyatakan bahwa bahwa mereka(workaholic) memang selalu mencoba untuk jadi orang sukses, dan jika mereka mulai mempersepsi kalau ganjaran dari kerja keras mereka, seperti kenaikan gaji atau promosi kerja tidak sesuai, mereka akan mulai mengalami stress berat dan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan hal ini.
         Stress berat dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung dan serangan jantung. Selain itu, stress juga mengancam sistem kekebalan tubuh, membuat para workaholik ini lebih rapuh terkena penyakit lainnya.contohnya saja seperti peristiwa karoshi yang terjadi di Jepang, 10.000 pekerja setiap tahunnya meninggal di mejanya sebagai hasil dari kerja 60-70 jam perminggu.
Kebanyakan dari orang yang mempunyai perilaku workaholik sering mengonsumsi kopi untuk persiapan begadang untuk menyelesaikan pekerjaannya yang banyak. Sebenarnya senyawa kafein pada kopi dapat memicu meningkatkan denyut jantung yang dapat meningkatkan tensi. Dan ada yang memberikan batasan bahwa tigacangkir kopi kental saja sudah cukup untuk menyebabkan jantung menjadi berdetak semakin kencang.
Bryan E. Robinson, Ph.D yang merupakan seorang profesor dalam bidang konseling, pendidikan khusus, serta perkembangan anak di Universitas Karolina Utara, Charlotte  menulis sebuah artikel dalam Journal of Employment Counseling menyatakan bahwa intervensi juga dibutuhkan untuk mengenali ketagihan pada pekerjaan dan menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya. Selain itu, Robinson yang merupakan menyatakan kepada WebMD bahwa workaholism adalah masalah yang sangat serius.Ini merupakan gangguan kompulsif yang tidak hanya mempengaruhi si pekerja namun juga keluarga dan lingkungan kerjanya.Jadi, yang terpengaruh tidak hanya si gila kerja saja tetapi juga linkungan kerja dan keluarganya. Contohnya saja anak yang hidup dalam keluarga yang orang tuanya selalu sibuk bekerja akan kurang mendapat perhatian dari orang tuanya dapat memiliki kepribadian yang acuh terhadap lingkungannya.
Penelitian terdahulu menyatakan kalau workaholik biasanya depresi, cemas dan lebih cepat marah dibandingkan rekan kerjanya yang tidak workaholik.Mereka juga lebih sering mengalami masalah kesehatan karena mereka sering mengabaikan perilaku hidup sehat dan mengabaikan bagaimana pola makan yang benar.Misalnya saja mereka menjadi menderita penyakit maag karena sering terlambat makan.Mereka juga sering mengalami masalah pencernaan karena sering mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan instan.
Selain itu, kebanyakandari orang yang mempunyai perilaku workaholik sering mengonsumsi kopi untuk persiapan begadang untuk menyelesaikan pekerjaannya yang banyak. Sebenarnya senyawa kafein pada kopi dapat memicu meningkatkan denyut jantung yang dapat meningkatkan tensi. Dan ada yang memberikan batasan bahwa tiga cangkir kopi kental saja sudah cukup untuk menyebabkan jantung menjadi berdetak semakin kencang.
C.        CARA MENGHINDARI DAN MENGURANGI DAMPAK WORKAHOLIK
Beberapa cara menghindari ataupun mengurangi dampak yang mungkin timbul dari perilaku workaholik menurut artikel yang berjudul Workaholik Bagi Kesehatan :
1. Ubah prioritas hidup
Yakinkan diri Anda bahwa ada yang lebih penting selain pekerjaan, salah satunya kesehatan Anda, keluarga dan teman-teman.Apakah Anda rela melewatkan peristiwa-peristiwa penting dalam keluarga Anda hanya demi sebuah pekerjaan?Apakah Anda tahu dampak buruk bagi kesehatan karena kebiasaan workaholic Anda? Apakah Anda bisa menikmati hasil kerja dengan maksimal jika nantinya Anda menderita sakit berat akibat stress? Pertanyaan - pertanyaan tersebut diharapkan bisa membuat Anda lebih bijak menyusun prioritas.
2. Benahi manajemen kerja Anda.
Setiap karyawan telah memiliki job desc-nya masing-masing. Kerjakanlah apa yang menjadi tugas Anda saja, tidak perlu sungkan untuk menolak pekerjaan tambahan lain jika Anda merasa tidak sanggup atau dirasa menganggu pekerjaan pokok Anda. Atur semuanya berdasarkan skala prioritas supaya Anda lebih fokus dalam mengerjakannya. Benahi juga jam kerja Anda. Workaholic selalu merasa 24 jam dalam sehari tidaklah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Tubuh juga perlu beristirahat, gunakanlah hari libur Sabtu atau Minggu untuk benar-benar lepas dari pekerjaan. Tekankan pada diri sendiri bahwa Anda tidak akan bekerja untuk hari itu. Jauhkan diri Anda dari komputer atau alat kerja Anda yang lain.
3. Asupan gizi yang seimbang dan menyehatkan
Berpikir dan bekerja membutuhkan energi yang besar.Imbangi tenaga yang dikeluarkan dengan asupan makanan yang cukup dengan kebutuhan tubuh Anda dan seimbang.Hindari fast food walaupun ini adalah pilihan termudah bagi para workaholic.Perbanyaklah minum air putih untuk mencegah dehidrasi.Kopi atau minuman berkafein lainnya memang dapat mempertahankan konsentrasi dan menjaga stamina, terutama saat lembur, namun ingatlah bahwa kafein yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah, perasaan cemas, gelisah.
4. Olahraga ringan dan cukup tidur.               
Sekedar stretching ringan seperti menggerakkan kepala atau merenggangkan otot dapat membantu tubuh menjadi rileks.Belilah alat-alat olahraga yang dapat digunakan sembari bekerja yang banyak dijual di pasaran.Kemudian luangkan waktu untuk tidur.Penelitian menyebutkan bahwa tidur siang selama 20-30 menit dapat menjaga Anda tetap terjaga pada malam hari dan mengembalikan energi.
Beberapa cara menhindari atau mengurangi dampak dari perilaku workaholik :
1.      Mengeluarkan isi hati (curhat) kepada teman atau orang yang dipercaya dan mencoba untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
2.      Merencanakan jadwal kerja yang matang dan mencoba melungkan waktu untuk beristirahat dan jika memungkinkan cobalah sesekali untuk pergi berlibur ke tempat yang tenang dan menyenangkan misalnya pergi pantai, gunung dll.
3.      Janganlah berambisi untuk menjadi perfeksionis dan menjadi orang yang dianggap orang lebih jika hanya untuk mendapatkan perhatian ataupun pujian dari orng lain padahal sebenarnya kita tidak dapat melakukannya.
4.      Mencoba untuk belajar damai dan memperbanyak teman serta menghindari perselisihan dengan orang lain ataupun rekan kerja.
5.      Mencoba untuk menolong sesama karena dengan menolong sesama dapat menimbulkan kepuasan tersendiri bagi penolong. Perasaan puas tersebut dapat menimbulkan perasaan damai dan nyaman sehingga jiwa orang tersebut menjadi tenang dan lepas dari perasaan stres.
6.      Berusaha menghilangkan rasa iri dan dengki terhadap orang lain dan mencoba bersyukur  atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita.
7.      Mencoba untuk selalu berpikir positif sehingga kita tidak mudah menjadi cemas dan ketakutan.
8.      Mencoba untuk mendekatkan diri kepada Tuhan misalnya dengan sering beribadah dan menambah wawasan tentang agama.





BAB 3
PENUTUP
1.         SIMPULAN
·         workaholik adalah perilaku seseorang yang senang bekerja keras dalam waktu yang lebih lama dari waktu bekerja orng pada umumnya dengan tujuan untuk memenuhi segala kebutuhan dan tantangan hidup dalam gaya hidup modern.
·         Workaholik dapat membuat seseorang menjadi stress, menderita hipertensi, dapat membentuk kepribadian yang acuh terhadap lingkungan sekitar, mudah tersinggung, serta sering marah pendek serta berbagai gangguan kesehatan lainnya.
·         Beberapa cara menghindari stress , yaitu :
1.      Mengeluarkan isi hati (curhat) kepada teman atau orang yang dipercaya dan mencoba untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
2.      Merencanakan jadwal kerja yang matang dan mencoba melungkan waktu untuk beristirahat dan jika memungkinkan cobalah sesekali untuk pergi berlibur ke tempat yang tenang dan menyenangkan misalnya pergi pantai, gunung dll.
3.      Janganlah berambisi untuk menjadi perfeksionis dan menjadi orang yang dianggap orang lebih jika hanya untuk mendapatkan perhatian ataupun pujian dari orng lain padahal sebenarnya kita tidak dapat melakukannya.
4.      Mencoba untuk belajar damai dan memperbanyak teman serta menghindari perselisihan dengan orang lain ataupun rekan kerja.
5.      Mencoba untuk menolong sesama karena dengan menolong sesama dapat menimbulkan kepuasan tersendiri bagi penolong. Perasaan puas tersebut dapat menimbulkan perasaan damai dan nyaman sehingga jiwa orang tersebut menjadi tenang dan lepas dari perasaan stres.
6.      Berusaha menghilangkan rasa iri dan dengki terhadap orang lain dan mencoba bersyukur  atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita.
7.      Mencoba untuk selalu berpikir positif sehingga kita tidak mudah menjadi cemas dan ketakutan.
8.      Mencoba untuk mendekatkan diri kepada Tuhan misalnya dengan sering beribadah dan menambah wawasan tentang agama.
2.         SARAN
            Untuk menghadapi dan menjalankan kehidupan sekarang ini hendaklah untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berusahalah untuk bekerja  sesuai dengan kemampuan diri sendiri, serta hindarilah perilaku workaholik.












DAFTAR PUSTAKA


BisaTimbulkan Efek Fisik dan Psikologis. 08 Februari 2012

http://medeeana.blogspot.com/2011/11/workaholic-bagi-kesehatan.html .

WORKAHOLIC BAGI KESEHATAN.08 Februari 2012

Inilah Ciri-ciri Si Gila Kerja. 08 Februari 2012

PenyakitDarah Tinggi-Hipertensi.09 Februari 2012
m-trainer.com/2012/01/01/hypertension-lurks-workaholics/. Hipertensi dan Workaholik. 09 Februari 2012


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar