Selasa, 30 Oktober 2012

ringkasan buku non fiksi berdasarkan daftar isi (tugas sekolah)


RINGKASAN

AKHLAK MULIA
                                 PERSAHABATAN KITA MENGIKIS PERBEDAAN
Oleh :
Leny Ariany, S.H.

Ringkasan ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia

Oleh :
Isnawati
NIS 4758

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
SMA NEGERI 2 KANDANGAN
TAHUN 2012

Tema 1PD Aja Lagi !
PD atau percaya diri terdiri dari dua kata, yaitu percaya dan diri. Dalam kamus diungkapkan bahwa percaya adalah mengakui atau yakin, sedangkan diri adalah badan.  Jadi, percaya diri adalah mengakui atau yakin pada kemampuan diri sendiri. Sebelum mengenal percaya diri harus memahami diri sendiri , yaitu dengan cara mengenal diri sendiri misalnya dengan memahami diri. Memahami diri berarti mengenal siapa diri, tujuan hidup, asal, kelebihan dan kekurangan, dan lain sebagainya. Dengan mengenal diri sendiri banyak sekali manfaat yang didapat, diantaranya dapat memperlancar komunikasi secar tidak langsung dan dapat menjadi dasar untuk menumbuhkembangkan kebanggaan.
Kita juga dapat mengenal diri dengan merenungkan secara mendalam tentang hal yang menyangkut  aspek  pribadi atau sesuatu yang tidak tampak dari luar, misalnya tentang sifat perasaan, kebiasaan, apa yang disukai dan tidak disukai, dan lain sebagainya. Kita juga dapat bertanya tentang diri sendiri dari teman yang telah melakukan penilaian dan pandangannya mengenai kita. Selain itu, kita juga dapat mengenal diri dengan cara mendokumentasikan pengalaman diri sehingga kita dapat mengetahui keberhasilan dan ketidakberhasilan yang pernah dialami.
Setelah itu, kita dapat meningkatkan rasa percaya diri dengan cara mempersipkan diri untuk menghadapi segala sesuatu, berpikir positif, serta memperluas pergaulan dan melatih diri untuk percaya diri.


Tema 2 Kerja Sama
Kerja sama adalah jalinan kerja antara dua orang atau lebih untuk saling membantu dan mendukung dalam rangka mewujudkan tujuan bersama. Kerja sama perlu dibangun secara baik dan harmonis, mulai dari lingkungan kecil hingga lingkungan yang lebih besar. Kerja sama ini dapat terwujud apabila didukung oleh beberapa faktor, yaitu adanya persamaan tujuan, perasaan bahwa yang satu merupakan bagian dari yang lain, serta pengakuan persamaan derajat, hak, dan kewajiban. Namun, dalam bekerja sama nantinya akan ditemui berbagai hambatan. Untuk mengatasinya kita harus saling terbuka, saling mengerti dan saling menghargai.
Manfaat bekerja sama sangat banyak diantaranya dapat menghemat waktu dan tenaga, mempermudah dan mengoptimalkan hasil kerja serta kita dapat lebih terampil berkomunikasi dan dapat mengambil pelajaran darinya.
Bekerja sama dapat dilakukan di mana saja kita berada, misalnya dilingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Berkerja sama di lingkungan rumah dapat dilakukan misalnya dengan membersihkan parit di sekitar rumah, kerja sama di lingkungan sekolah misalnya membentuk organisasi sekolah, sedangkan di lingkungan masyarakat dengan bergotong royong untuk membersihkan sungai atau kali.



Tema 3 Biasakan Hidup Sehat
Setiap orang tidak merasa nyaman apabila badannya sakit. Kita semua menginginkan badan yang sehat.  Namun, terkadang memelihara kesehatan itu gampang-gampang susah sebab siapa pun dapat melakukannya tetapi perilaku seseorang terkadang memperlakukan dirinya seenaknya atau memanjakan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan yang merugikan kesehatan, seperti merokok, tidur larut malam, alkohol, minuman bersoda, kebiasaan menyantap makanan di restoran cepat saji, dan sebagainya.
Dengan membiasakan diri berperilaku hidup sehat, lama kelamaan perilaku itu akan menjadi kebiasaan hidup dan tentunya kita tidak akan merasa sulit untuk melakukannya. Perilaku-perilaku itu misalnya dengan beristirahat yang cukup, menghindari tidur larut, memperbanyak minum air putih, makan secara teratur dengan gizi seimbang, memilih bahan-bahan makanan yang organik, menghindari kebiasaan merokok, banyak minum kopi, minuman beralkohol, serta obat-obatan terlarang, membiasakan diri berolah raga secara teratur, menghadapi masalah dengan rileks dan tetap tersenyum, memenuhi kebutuhan spiritual dan menciptakan lingkungan sehat.





Tema 4 Cinta Lingkungan
Bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan dipicu oleh keadaan alam yang rusak akibat ulah manusia sendiri.
1.      Banjir adalah peristiwa meluapnya air ke daratan akibat tidak tertampungnya air oleh saluran-saluran air, sungai, dan daerah resapan air. Banjir disebabkan oleh dua faktor, yaitu:
a)      Faktor fisis, diantaranya curah hujan tinggi, jenis tanah, peresapan air, topogarfi permukaan bumi, dan vegetasi.
b)      Faktor nonfisis, yaitu akibat ulah manusia yng mengeksploitasi sumber alam yang berlebihan, pembangunan dengan tidak memerhatikan dampak negatifnya bagi lingkungan, dan buang sampah sembarangan.
2.      Tanah longsor adalah peristiwa pergerakan tanah, seperti jatuhnya bebatuan, gumpalan tanah atau kombinasinya yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti adanya gravitasi bumi, keadaan lereng yang curam, curah hujan yang tinggi, keadaan tanah yang lemah, dan adanya gerakan- gerakan yang dapat memicu runtuhnya tanah, seperti gempa bumi.
3.      Kekeringan disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan dan ulah manusia sendiri seperti pengeksploitasi hasil hutan yang tidak terkendali yng menyebabkan  kemampuan tanah menyerap air menjadi berkurang.
Mencintai lingkungan dapat dilakukan misalnya dengan cara membuang sampah pada tempatnya, menghemat pemakaian kertas, air dan memperbanyak menanam pohon di sekitar rumah.
Tema 5 Menghargai Perbedaan
Manusia mempunyai kedudukan sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial atau bersifat monodualisme. Sebagai makhluk individu, manusia memiliki ciri-ciri, karakteristik, dan potensi yang berbeda dengan yang lainnya. Sedangkan sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri, tetapi selalu membutuhkan dan bergantung kepada orang lain. Sebuah contoh tidak adanya sikap saling menghargai, yaitu terjadinya bentrokan antarwarga di Sampit, Kalimantan Tengah yang telah menelan ratusan korban jiwa.
Jika saja mereka dapat saling menanamkan rasa menghargai dan merasa salah satu bagian dari bangsa Indonesia, tentu saja hal itu tidak akan terjadi. Oleh karena itu, kita harus menghargai perbedaan. Akan tetapi, kita harus ingat bahwa menghargai perbedaan bukan berarti harus senantiasa menyanjung-nyanjung orang lain yang berbeda SARA dengan kita. Kita dapat melakukannya misalnya denga cara  tidak menghina dan membeda-bedakan teman, tidak merendahkan adat, kebiasaan atau budaya suku lain, menghargai pendapat orang lain atau dengan mencintai seni dan budaya suku lain.





Tema 6 Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah perbuatan yang mampu menanggung resiko yang bersifat baik ataupun buruk atas apa yang telah diperbuatnya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang selalu menghadapi, menjalani, dan menyelesaikan resiko apa pun yang terjadi tanpa menghindarinya. Pembinaan atau penanaman sikap tanggung jawab hendaknya dilakukan secara menyeluruh kepada segenap warga negara, mulai dari rakyat biasa, pelajar, mahasiswa, pengusaha, pejabat, pemerintah, dan lain-lain. Namun, untuk menanamkan sikap tanggung jawab secara mantap, perlu terus diusahakan pembinaannya mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat luas. Wujud tanggung jawab itu ada 4 bentuk, yaitu:
1)      Tanggung jawab kepada Tuhan YME. Misalnya dengan cara menjalani kehidupan ini dengan memperlakukan segala sesuatu yang menjadi Anugerah-Nya sesuai dengan tata cara perintah-Nya dengan tidak lupa selalu beribadat kepada-Nya.
2)      Tanggung jawab kepada Diri Sendiri. Misalnya dengan cara menggunakan dan memperlakukan pikiran dan hati sebaik mungkin dan tidak merusak diri sendiri dengan perlakuan yang tidak sewajarnya.
3)      Tanggung jawab kepada orang Lain. Dalam hidup bermasyarakat kita memiliki tanggung jawab kepada orang lain. Artinya kita tidak boleh semena-mena dalam berperilaku sebab ada orang lain yang akan terganggu oleh perilaku kita yang tidak bertanggung jawab.
4)      Tanggung jawab kepada Lingkungan Alam Sekitar. Misalnya dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan tidak menebang pohon di hutan sampai menjadi gundul
Tema 7 Buah kejujuran
Jujur adalah sikap yang selalu berkata dan berbuat sesuai dengan yang sebenarnya. Orang yang jujur akan dicintai teman dan disegani lawan. Orang yang jujur akan dipercaya oleh atasan dan dihormati oleh bawahan. Berbekal jujur, akan tumbuh akhlak-akhlak mulia yang lain dalam diri orang tersebut.
Orang yang jujur hidupnya akan mujur, orang jujur akan dicintai teman dan disegani lawannya, orang yang jujur dapat memegang amanat dengan baik, serta orng yang jujur hidupnya akan tenteram, damai, dan mendatangkan kemenangan.










Tema 8 Budaya Disiplin
Disiplin adalah sikap dan perbuatan yang senantiasa mematuhi serta memerhatikan peraturan dan kebiasaan yang berlaku. Orang yang disiplin senantiasa melakukan kegiatan sesuai dengan peraturan dan kebiasaan yang berlaku di dalam masyarakat. Menurut Sukadji, pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral. Jadi budaya disiplin hendaknya tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, untuk menanamkan budaya disiplin perlu upaya terus- menerus dari seluruh anggota masyarakat,dan secara bersama-sama ikut menciptakan suasana lingkungan yang teratur.
Ada beberapa hal yang dapat diacu sebagai dasar dalam menerapkan budaya disiplin, yaitu berkelanjutan, konsisten dan fleksibel serta melatih diri dalam menerapkan perilaku disiplin. Melalui disiplin akan tumbuh sifat amanah, teguh dalam memegang prinsip, tekun dalam usaha,  pantang mundur dalam kebenaran, dan rela berkorban untuk kepentingan bersama. Hal ini akan berpengaruh dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga, sekolah atau lingkungan masyarakat.
Kita harus disiplin dalam mengelola waktu, disiplin dalam belajar, beribadah dan bekerja sedangkan dalam meraih kesuksesan, kita dituntut untuk  membangun sebuah kebiasaan sebagaimana yang diungkapkan Aristoteles bahwa kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang (disiplin). Melalui kedisiplinan inilah, kita dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar